Hidayat Nur Wahid: Seabad Gontor Bukti Pesantren Berkontribusi dalam Membangun Bangsa

Wakil Menteri Agama saat membuka sarasehan ulama di Pondok Modern Darrusalam Gontor (PMDG) Ponorogo.
Wakil Menteri Agama saat membuka sarasehan ulama di Pondok Modern Darrusalam Gontor (PMDG) Ponorogo.(foto: sony dwi prastyo)

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Usia 100 tahun Pondok Modern Darussalam (PMD) Gontor menjadi bukti nyata kontribusi pesantren dalam membangun bangsa. Hal itu disampaikan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid saat menghadiri rangkaian Milad Seabad Gontor di Ponorogo, Sabtu (20/6/2026).

Baca juga:Dana Operasional Belum Cair, 21 Dapur MBG di Ponorogo Hentikan Layanan Sementara

Menurut alumnus Gontor angkatan 1978 itu, pesantren bukanlah lembaga yang terpisah dari negara. Sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga era reformasi, pesantren telah mengambil peran penting dalam perjalanan Indonesia.

Read More

“Pesantren ikut membangun Indonesia sejak awal kemerdekaan hingga sekarang. Karena itu, keberadaan pesantren tidak bisa dipisahkan dari sejarah bangsa,” kata Hidayat.

Ia menilai Gontor telah memberikan kontribusi besar bagi dunia pendidikan Islam selama satu abad terakhir. Dari pesantren yang berdiri di Ponorogo itu, lahir ratusan pondok pesantren yang tersebar di berbagai daerah.

“Ini merupakan amal saleh yang luar biasa. Bukan hanya besar dari jumlah pesantrennya, tetapi juga dari karya dan ilmu yang manfaatnya dirasakan umat dan bangsa,” ujarnya.

Hidayat juga menyinggung kiprah alumni Gontor di tingkat nasional. Menurutnya, sejumlah alumni pesantren pernah menduduki jabatan strategis di lembaga negara, termasuk Ketua MPR RI.

Selain itu, tokoh-tokoh pesantren juga dinilai berperan dalam perubahan konstitusi setelah reformasi, khususnya terkait penguatan nilai keagamaan dalam sistem pendidikan nasional.

“Dulu tidak ada frasa iman, takwa, dan akhlak mulia dalam Undang-Undang Dasar. Setelah reformasi, nilai-nilai itu masuk dalam amanat konstitusi,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama RI Muhammad Syafi’i menyampaikan apresiasi Presiden Prabowo Subianto atas perjalanan satu abad PMD Gontor.

Menurut Syafi’i, keberhasilan Gontor bertahan hingga usia 100 tahun menunjukkan kuatnya nilai keikhlasan, kemandirian, dan gotong royong yang selama ini dijaga pesantren.

“Presiden sangat bangga karena Gontor mampu bertahan selama 100 tahun. Itu menunjukkan nilai keikhlasan, kemandirian, dan gotong royong yang terus hidup,” katanya.

Syafi’i menegaskan sejarah Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran pesantren. Banyak tokoh yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan berasal dari lingkungan pesantren.

Baca juga:Ratusan Ribu Warga Padati Kirab Pusaka Grebeg Suro Ponorogo

Namun, ia mengingatkan adanya tantangan yang dihadapi pesantren saat ini. Salah satunya munculnya berbagai pemberitaan negatif yang berdampak pada menurunnya minat sebagian masyarakat menyekolahkan anak ke pondok pesantren.

“Saat penerimaan santri baru sering muncul isu perundungan maupun kekerasan di pesantren. Dampaknya, jumlah pendaftar di beberapa pondok menurun,” ungkapnya.

Karena itu, Kementerian Agama tengah menyiapkan langkah untuk memperkuat citra positif pesantren di tengah masyarakat.

Di akhir sambutannya, Syafi’i berharap pesantren terus melahirkan generasi pemimpin yang jujur, berintegritas, dan berpihak kepada rakyat. Selain itu, pesantren juga didorong mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai akhlak.

“Teknologi harus dikuasai, tetapi akhlak tetap menjadi fondasi. Jika keduanya berjalan bersama, pesantren akan terus menjadi kekuatan besar bagi Indonesia,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *