Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Polres Trenggalek memanfaatkan drone untuk mendukung proses perawatan pertanian dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Pemanfaatan teknologi itu merupakan implementasi pertanian modern.
Baca Juga :Sidang ICH UNESCO di Paraguay, Reyog Ponorogo Akhirnya Diakui Dunia sebagai WBTb
“Dalam proses perawatan tanaman kita juga menggunakan drone,” kata Kapolres Trenggalek, AKBP Indra Ranu Dikarta, Rabu (4/12/2024).
Indra menyebut, pemanfaatan teknologi dalam mewujudkan pertanian modern itu salah satunya adalah dalam proses penyemprotan pupuk organik dan pestisida nabati. Dengan pemanfaatan teknologi itu penyemprotan dapat lebih cepat dan efisien.
Baca Juga :Dua Keluarga di Trenggalek Transmigrasi ke Poso, Dapat Rumah Tipe 36 hingga Lahan 2 Hektare
“Sehingga upaya untuk menambah nutrisi tanaman, pencegahan jamur dan pengendalian ulat dapat maksimal. Apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan, biasanya juga dibarengi dengan musim ulat,” imbuhnya.
Pihaknya berharap, pemanfaatan teknologi itu dapat meningkatkan produktivitas pertanian sehingga upaya menciptakan ketahanan pangan di Trenggalek dapat terwujud.
Untuk mewujudkan itu, pihaknya juga menggandeng kalangan profesional mulai dari pengolahan tanah, penanaman benih hingga masa panen nanti.
“Sampai hari ini progresnya sudah terlihat. Tanaman jagung yang kita tanam juga terlihat bagus. Demikian juga dengan ikan nila sudah mulai terlihat pertumbuhannya,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam rangka mendukung ketahanan pangan yang merupakan program dari Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, Polres Trenggalek menyiapkan lahan seluas 14,05 hektare. Lahan itu tersebar di 14 kecamatan se-Kabupaten Trenggalek.
Baca Juga :Pemenang Lelang Bongkar Pasar Ngadiluwih Perorangan
“Khusus di tingkat Polres Trenggalek kita siapkan lahan seluas 1,8 hektare. Sebanyak 1,5 hektare di antaranya ditanami jagung, 0,1 hektare digunakan sebagai kolam ikan nila. Ada 5 ribu benih ikan yang sudah kita budidayakan. Kemudian 0,1 hektare untuk kandang ternak ayam dan sisanya 0,3 hektare ditanam buah alpukat dan pepaya,” pungkasnya.



















