Investasi Kabupaten Tulungagung Capai Rp 354 M dari Target Rp 500 M

Investasi Kabupaten Tulungagung Capai Rp 354 M dari Target Rp 500 M
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tulungagung, Fajar Widariyanto saat memberikan pernyataan soal capaian investasi.(isal/sejahtera.co)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Tren investasi di Kabupaten Tulungagung terbilang mengalami peningkatan setiap tahunnya, meski peningkatan itu terbilang tidak terlalu signifikan. Meski demikian, realisasi investasi di Tulungagung pada tahun ini sudah mencapai Rp 354 miliar.

Baca Juga :Sebanyak 31 Pasar di Tulungagung Terapkan Sistem E-Retribusi Bagi Pedagang

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tulungagung, Fajar Widariyanto mengatakan, laporan kegiatan penanaman modal di Tulungagung diproses setiap triwulan. Laporan itu disampaikan kepada pemimpin daerah, yakni Pj Bupati Tulungagung.

Read More

Meski saat ini sudah memasuki akhir tahun 2024, tapi pelaporan kegiatan penanaman modal di Tulungagung sejauh ini masih sampai pada triwulan ketiga.

Baca Juga :Sering Kehilangan Hewan Ternak, Warga Ponorogo Kaget Temukan Ular Piton di Kandang Ayam

“Sampai dengan akhir tahun 2024, proses pelaporan kegiatan penanaman modalnya hanya sampai triwulan ketiga saja. Karena untuk triwulan keempat baru dilaporkan pada awal tahun 2025, biasanya pada bulan pertama atau kedua,” kata Fajar Widariyanto, Jumat (15/11/2024).

Berdasarkan laporan, triwulan pertama realisasi investasi di Kabupaten Tulungagung sudah mencapai nilai Rp 49,9 miliar. Kemudian pada triwulan kedua, nilai investasinya justru cenderung naik dengan mencapai Rp 270,9 miliar. Serta pada triwulan ketiga, nilainya kembali turun yakni dengan hanya mencapai senilai Rp 33,9 miliar.

Baca Juga :Polisi Dalami Kasus Dugaan Kekerasan dan Pelecehan Seksual di MA Darul Faidzin Mojowarno

Jika diakumulasikan secara keseluruhan, dari ketiga triwulan itu, total capaian investasi atau penanaman modal di Tulungagung mencapai Rp 254,8 miliar. Diketahui, nilai capaian investasi itu berasal dari dua jenis pelaku usaha seperti penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).

“Kalau rinciannya untuk PMDN mencapai senilai Rp 337 miliar dan PMA mencapai senilai Rp 177,7 miliar. Kalau ditotal senilai Rp 254,8 miliar,” ungkapnya.

Baca Juga :Pemkab Kediri Terima Penghargaan Terbaik Keterbukaan Informasi Publik dari Komisi Informasi Jatim

Terkait investasi ini, pihaknya diberi target capaian investasi sebesar Rp 500 miliar pada tahun 2024 ini, sehingga dengan capaian saat ini masih menyisakan Rp 146 miliar. Nantinya, sisa target tersebut akan direalisasikan pada semester keempat tahun 2024 yang baru akan dilaporkan pada tahun depan.

Menurut Fajar, capaian investasi di Tulungagung sebenarnya cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya, tapi peningkatan itu tidak bisa dibilang signifikan. Hal ini dipengaruhi dari sektor UMKM yang menopang investasi pada lini menengah ke bawah dan non UMKM yang menopang dari lini menengah ke atas.

Baca Juga :Aniaya Pemilik Toko Kelontong, Pemuda Asal Desa Tiudan Tulungagung Diamankan Polisi, Ini Penyebabnya

“Sektor UMKM itu fluktuatif investasinya, sedangkan non UMKM yang kebanyakan dibidang manufaktur selalu stabil setiap tahun. Tetapi kalau berbicara soal jumlahnya, lebih banyak UMKM dibanding Non UMKM,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *