Jombang, SEJAHTERA.CO – Kepala Desa Kampung Baru, Kecamatan Plandaan, Gardika Apris Susanto, membantah keras tudingan bahwa dirinya menggadaikan ambulans desa atau Mobil Siaga Desa (MSD), maupun motor dinas. Dia menegaskan, semua kendaraan operasional desa berada dalam kondisi aman dan tidak pernah digunakan sebagai jaminan hutang.
Baca Juga :Investasi Kabupaten Tulungagung Capai Rp 354 M dari Target Rp 500 M
“Kenyataannya, mobil siaga desa ada di tempat saya. Tidak seperti yang diungkapkan dalam pemberitaan,” ujar Kades Dika, saat diawancarai sejumlah wartawan, Jumat (15/11/2024).
Dia menduga informasi tersebut hanya akibat kesalahpahaman. “Mungkin saat Pak Suis (Kadus Kepuh) ke Balai Desa, saya kebetulan sudah pulang sehingga tidak sempat bertemu. Jadi, informasinya kurang akurat,” jelasnya.
Baca Juga :Sebanyak 31 Pasar di Tulungagung Terapkan Sistem E-Retribusi Bagi Pedagang
Kades Dika menyangkal rumor bahwa dirinya jarang ngantor sehingga dikeluhkan warga. Ia mengklaim tetap menjalankan tugas sebagai kepala desa sehari-hari. Dia bahkan mengaku aktif mengikuti berbagai kegiatan penting di desanya, termasuk karnaval desa.
“Saya harap isu ini segera diluruskan agar tidak ada lagi kesalahpahaman yang berkembang,” tegasnya.
Sementara, polemik ini semakin membingungkan setelah Kepala Dusun Kepuh, Suis Hadi, yang sebelumnya membenarkan dugaan tersebut, kini mendadak mengubah keterangannya. Suis mengatakan bahwa informasi tentang penggadaian kendaraan desa hanya rumor yang beredar di masyarakat.
Baca Juga :Sering Kehilangan Hewan Ternak, Warga Ponorogo Kaget Temukan Ular Piton di Kandang Ayam
“Siaga Desa itu tidak pernah digadaikan. Itu hanya rumor dari masyarakat,” ujar Suis Hadi saat dikonfirmasi, wartawan.
Dia menjelaskan, kabar tersebut berasal dari obrolan di warung-warung dan tidak memiliki dasar yang kuat. “Dari mulut ke mulut saja, Pak. Tidak ada dasar yang pasti,” tambahnya.
Suis juga meminta maaf atas informasi yang sebelumnya ia sampaikan. “Saya minta maaf. Ini hanya kesalahan komunikasi. Faktanya, mobil siaga desa ada di tempat dan tidak pernah digadaikan,” katanya.
Baca Juga :Pemkab Kediri Terima Penghargaan Terbaik Keterbukaan Informasi Publik dari Komisi Informasi Jatim
Ketika ditanya apakah ada tekanan yang memengaruhi perubahan keterangannya, Suis membantahnya. “Tidak ada tekanan dari siapa pun. Saya hanya ingin meluruskan informasi yang salah,” tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Desa Kampung Baru, Kecamatan Plandaan, Gardika Apris Susanto, jadi perbincangan hangat di kalangan warga. Pasalnya, Kades Dika diduga menjaminkan mobil siaga desa dan motor dinas Pemdes untuk melunasi hutang pribadi.
Kepala Dusun Kepuh, Suis Hadi, menjelaskan kronologi yang memicu masalah ini. Ia menyebut bahwa dua kendaraan tersebut diambil sebagai jaminan hutang Kades kepada sejumlah pihak.
Baca Juga :Suami Pembacok Istri di Blitar Tertangkap, Motifnya Cemburu
Motor dinas, menurutnya, dijadikan jaminan hutang Kades kepada penyedia sound system yang belum dibayar pada acara orkes malam tahun baru, dengan nominal sekitar Rp 10 juta.



















