Jalan Ambles di Desa Samar Tulungagung Tak Dapat BTT, Begini Langkah Dinas PUPR

Jalan Ambles di Desa Samar Tulungagung Tak Dapat BTT, Begini Langkah Dinas PUPR
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Dwi Hari Subagyo saat memberikan pernyataan soal jalan ambles di Desa Samar Kecamatan Pagerwojo. (isal/sejahtera.co)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Tiga infrastruktur di Kabupaten Tulungagung mengalami kerusakan akibat terdampak bencana pada akhir tahun 2024 telah diusulkan untuk mendapat bantuan tidak terduga (BTT).

Sayangnya dari usulan itu, hanya dua yang diterima oleh Pemprov Jawa Timur untuk mendapatkan BTT.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Dwi Hari Subagyo mengatakan, usulan BTT yang ditolak untuk perbaikan infrastruktur itu berlokasi di Desa Samar Kecamatan Pagerwojo.

Read More

Lokasi longsor tersebut membuat separuh akses jalan Tulungagung-Trenggalek terputus.

Baca Juga :Belasan Calon Jamaah Haji asal Kabupaten Blitar Belum Bisa Berangkat Tahun ini, Ternyata ini Penyebabnya

Sesuai penghitungannya, seharusnya perbaikan jalan yang ambles di Desa Samar tersebut menghabiskan anggaran kurang lebih sebesar Rp7 miliar. Namun sayangnya, Pemprov Jawa Timur tidak mengabulkan pengajuan BTT untuk perbaikan ruas jalan penghubung antar Kabupaten tersebut.

“Kemarin yang diajukan ada 3, jalan di Desa Samar Pagerwojo, jalan di Desa Gedangan Sendang dan jembatan di Desa Junjung Sumbergempol. Tetapi untuk jalan di Desa Samar ditolak pengajuan BTT-nya,” kata Dwi Hari Subagyo, Senin (3/2/2025).

Ditolaknya pengajuan BTT itu, ungkap Hari, sebenarnya bukan tanpa alasan, ternyata pembangunan ruas jalan tersebut harus dilakukan pengkajian ulang terlebih dahulu.

Pasalnya, pembangunan menggunakan BTT hanya bersifat sementara, sedangkan pengerjaan ruas jalan tersebut harus secara permanen.

Baca Juga :Pencuri Bawa Clurit Satroni Penghuni Villa Andara Kota Batu

Atas alasan tersebut, pembangunan yang bersifat sementara untuk ruas jalan di Desa Samar itu tidak memungkinkan lantaran tinggi tebingnya mencapai 11 meter.

Dengan begitu, pihaknya masih harus memikirkan konstruksi apa yang tepat untuk memperbaiki ruas jalan tersebut agar konstriksinya kuat.

“Atas alasan itu, kalau pakai BTT saja tidak bisa, apalagi anggaran perbaikannya kami hitung perkiraan perlu anggaran sebesar Rp 7 miliar,” ungkapnya.

Dikarenakan tidak bisa pakai BTT, jelas Hari, pihaknya sebenarnya berencana untuk melakukan perbaikan ruas jalan tersebut menggunakan APBD Tulungagung.

Baca Juga :Ada 40 Perumahan di Kota Batu yang Bandel, Diduga Belum Lengkapi Perizinan

Namun hal ini masih dikoordinasikan dengan Pj Bupati Tulungagung selaku eksekutif serta DPRD Tulungagung selaku legislatif.

Secara teknis, proses pengerjaannya nantinya ruas jalan tersebut akan dibongkar secara total untuk kemudian diuruk menggunakan tanah secara berlapis.

Pasalnya, sesuai hasil kajian geologis, lokasi jalan itu dulunya merupakan bekas sungai yang diuruk dan berada di area patahan dan longsoran.

Baca Juga :Antisipasi DBD, Ibu PKK Nganjuk Periksa Bak Kamar Mandi Warga

“Apalagi sesuai hasil kajian geologi itu, kami juga mendapati jika dibawah jalan otu terdapat 7 sumber mata air, sehingga proses pengerjaan harus dilakukan secara matang. Harapan kami, triwulan kedua tahun ini mulai dikerjakan,” pungkasnya

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *