Jambret Spesialis Anak-anak di Blitar Keok, Beraksi di 19 TKP

Jambret Spesialis Anak-anak di Blitar Keok, Beraksi di 19 TKP
Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman saat interograsi VI, tersangka jambret. (aziz/sejahtera.co)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Jambret spesialis kalung anak yang meresahkan warga Blitar akhirnya keok di tangan polisi. Polisi menangkap pelaku lengkap dengan barang bukti kalung hingga sepeda motor yang digunakan beraksi.

Ya, VI (40) warga Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar meringkuk di tahanan Polres Blitar. Dia ditangkap lantaran merampas kalung. Korbannya AS (6) warga Desa Tingal, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.

Korban diketahui masih duduk di bangku taman kanak-kanak atau TK 0 besar. “Sudah kami tangkap dan kami jebloskan ke penjara. Barang buktinya ada juga kalung emas. Dia spesialis jambret memang,” kata Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman, Rabu (7/5/2025).

Read More

Baca Juga :Sekda Priyo Suhartono Berangkat Haji, Wali Kota Blitar Ajukan Pejabat Sementara

Arif mengatakan aksi terakhir dilakukan pada Jumat 18 April 2025 lalu. Saat itu korban baru saja pulang dari sekolah. Ketika bermain tak jauh dari rumah, datang pelaku yang naik motor.

Ketika lengah, kalung yang melingkar di leher amblas ditarik. Pelaku pun langsung kabur. Meski sempat teriak, pelaku tak terkejar.

Polisi yang mendapat laporan segera identifikasi. Diketahui ternyata tak jauh dari rumah ada kamera pengawas. Pelaku naik motor Honda Beat, sementara pelaku mengenakan kaus warna abu-abu dan mengenakan tas selempang kecil.

Berdasarkan ciri-ciri dan pelat nomor kendaraan, polisi memburu dan tak lama kemudian tertangkap di rumah. Polisi menyita barang bukti berupa motor hingga uang tunai Rp 1,8 hasil penjualan kalung.

Baca Juga :Jelang Laga Perdama di Kanjuruhan, Skema Pengamanan Arema FC vs Persik Dimatangkan

Dari hasil pemeriksaan, ternyata pelaku bukanlah orang baru. Catatan kepolisian sedikitnya sudah beraksi di 19 tempat kejadian perkara. Kasusnya sama yakni jambret.

Sasarannya anak kecil. Dalam sebulan beraksi minimal sekali. “Aksi jambret ini dilakukan setahun ini. Dia juga pernah berurusan dengan polisi,” jelas kapolres.

Sementara itu, VI mengaku jambret lantaran desakan ekonomi. Kalung yang menjadi sasarannya ternyata tak semuanya asli.

Ada pula yang imitasi alias tiruan. “Ya kalau yang asli laku dijual kalau yang palsu tak bisa. Uangnya untuk kebutuhan sehari-hari,” kata VI.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *