Jombang, SEJAHTERA.CO – Puluhan warga Desa Banjardowo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, menggelar aksi protes di kantor desa, Rabu (11/09/2024) siang.
Baca Juga :Lansia Tewas di Kamar Kos Tulungagung, Diduga Pneumonia Akut
Mereka menuntut agar Kepala Desa Rahardian Firmansyah mundur dari jabatannya. Warga menuding sang kades jarang hadir di kantor, selama tiga tahun terakhir.
Aksi unjuk rasa ini diawali dengan konvoi kendaraan roda dua dan mobil bak terbuka yang dilengkapi sound sistem. Setibanya di depan kantor desa, warga langsung berorasi, menuntut agar kepala desa segera mengundurkan diri karena dianggap tidak menjalankan tugas dengan baik.
Baca Juga :Sopir Bus Harapan Jaya Ditetapkan Tersangka Kecelakaan di Kediri
“Kami menuntut kepala desa mundur karena selama tiga tahun tidak menjalankan tugasnya dengan benar. Kami sudah tidak percaya lagi,” tegas Suwarji, salah satu warga yang turut dalam aksi.
Kekecewaan warga memuncak setelah kepala desa selama tiga tahun terakhir jarang hadir di kantor untuk melayani masyarakat. Hal ini, menurut Suwarji, mengganggu pelayanan desa yang seharusnya dilakukan langsung oleh kepala desa.
Baca Juga :Berprestasi, Satresnarkoba Polres Madiun Sabet Tiga Penghargaan dari Diresnarkoba Polda Jatim
“Sudah tiga tahun ini kepala desa jarang ke kantor, jadi banyak urusan yang terbengkalai,” ungkapnya.
Menurut warga, karena jarang ke kantor, sejumlah urusan administrasi terpaksa diserahkan ke kepala dusun, yang kadang harus membawa dokumen ke rumah kepala desa untuk ditandatangani.
Kepala Dusun Jalak Duwel, Agus Hariadi membenarkan bahwa Kepala Desa Rahardian memang jarang berada di kantor. Namun, dia memastikan roda pemerintahan tetap berjalan meskipun kepala desa tidak selalu hadir.
Baca Juga :Dua Pria Asal Loceret Terduga Pengedar Narkoba Ditangkap di Rumah Kontrakan
“Benar, kepala desa memang jarang ke kantor. Tapi pemerintahan masih tetap berjalan, ada perangkat lain yang mewakili urusan sehari-hari,” ujarnya.
Agus menambahkan, kepala desa hanya datang ke kantor jika ada hal-hal yang dianggap sangat penting.
“Kalau ada urusan mendesak atau penting, kepala desa pasti datang sendiri. Tapi kalau urusan administrasi biasa, sudah ada yang mewakili,” jelasnya.
Baca Juga :Penjual Ayam Warna-warni Asal Jombang Raih Omzet Puluhan Juta, Begini Ceritanya
Aksi protes warga ini berjalan dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Warga juga mengancam akan menggelar aksi lanjutan jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi.




















Simply Sseven I like the efforts you have put in this, regards for all the great content.