Jelang Idul Adha, Berkah Produsen Tusuk Sate Kelurahan Ronowijayan Ponorogo Kewalahan Orderan

Jelang Idul Adha, Berkah Produsen Tusuk Sate Kelurahan Ronowijayan Ponorogo Kewalahan Orderan

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Setiap momen Idul Adha menjadi berkah tersendiri bagi pengrajin tusuk sate. Pasalnya di setiap perayaan tersebut, jumlah pesanan tusuk sate meningkat meningkat pesat.

Seperti salah satu produsen tusuk sate di Kelurahan Ronowijayan, Kecamatan Siman, Ponorogo. Dimana pesanan tusuk sate tahun ini meningkat, bahkan datang dari luar daerah.

“Naiknya 100 persen, permintaannya sampai luar daerah,” ungkap Marjono, produsen tusuk sate, kepada Memo Grup.

Read More

Marjono mengatakan naiknya permintaan tusuk sate buatannya dirasakan sejak dua bulan terakhir, dan selalu meningkat hingga sepekan menjelang Idul Adha seperti sekarang ini.

“Kalau hari biasa sekitar 200 sampai 300 kilogram, kalau saat ini bisa mencapai 400 sampai 500 kilogram setiap harinya,” kata Marjono.

Bahkan, diakhir bulan Mei lalu dirinya mampu memproduksi sebanyak 8-9 ton tusuk sate. Tentu hal tersebut menjadi berkah tersendiri bagi Marjono. Apalagi peningkatan orderan seiring animo warga masak daging kurban menjadi olahan sate.

“Sampai kewalahan mas, apalagi ada juga permintaan hingga Sumatera,” tegasnya.

Menurutnya, memproses tusuk sate susah-susah gampang. Selain memastikan bambu yang digunakan berkualitas tanpa potongan ruas. Bambu yang telah dipotong sesuai ukuran, bakal dimasukkan mesin pemecah. Setelah sebelumnya dijemur di bawah sinar matahari, agar bambu kering.

Setelah itu, diolah kembali menggunakan mesin penghalus dan dilanjutkan dengan meruncingkan menggunakan alat khusus. Tusuk sate yang sudah jadi lalu dikemas di dalam karung dan siap diedarkan

“Semua menggunakan mesin, selain cepat hasilnya juga sama dan halus,” imbuhnya.

Tusuk sate buatan Marjono dibanderol dengan harga bervariasi. Mulai Rp 10 ribu-18 ribu per kilogram. Tergantung ukuran serta bahan bambu yang digunakan. Tak ayal omset dari pembuatan tusuk sate tersebut mencapai puluhan hingga ratusan juta.

“Alhamdulillah, omzetnya mungkin sampai ratusan juta,” pungkas Marjono.

Reporter : Sony Dwi Prastyo

Editor : Gimo Hadiwibowo

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *