Blitar, SEJAHTERA.CO – Meningkatkan permintaan hewan kurban, membuat para pedagang atau penjual sapi berlomba-lomba menjadikan dagangannya kinclong.
Bahkan, tak segan mendatangkan tukang salon khusus untuk mempermak sapi atau kerbau, terutama untuk hewan kurban.
Ya, tukang salon kali ini bukanlah tukang salon rambut seperti pada umumnya. Melainkan tukang salon khusus menghaluskan tanduk sapi dan memotong serta mempermak kuku sapi.
Fenomena tukang salon dadakan ini sudah menjadi tradisi di Pasar Hewan Dimoro, Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar. Para penjual sapi pun antre untuk mendapatkan layanan salon kuku dan tanduk.
Nurrohman, salah satu tukang salon yang mampu memanfaatkan peluang bisnis. Pria kelahiran 58 tahun silam ini sudah menjadikan Pasar Hewan Dimoro sebagai ladang usahanya.
Jelang Idul Adha, selalu menyempatkan diri untuk bertandang ke pasar hewan terbesar di Blitar ini.
“Iya, saya sudah 30 tahun lebih menggeluti usaha salon sapi ini. Lumayan bisa menambah pendapatan membuat dapur mengebul,” katanya, ditemui di Pasar Dimoro, Rabu (4/6/2025).
Untuk mempermak sapi memang butuh keahlian khusus. Dia mengandalkan kikir dan pisau kecil. Tak ketinggalan palu atau martil kecil. Ketika sapi sudah ditali di bambu, dengan sabar memotong kuku menggunakan pisau kecil.
Baca Juga :Mantan Kadis PUPR Kota Blitar dan Plt Lurah Sukorejo Ditetapkan Tersangka Korupsi IPAL Rp 1,6 M
Kuku yang panjang dan menghitam dihaluskan dengan hati-hati. Selain kuku, dua tanduk yang menonjol di kepala juga tak luput dari sentuhan. Dengan hati-hati, tanduk dihaluskan menggunakan pisau kecil hingga menjadikan bagian tubuh khas sapi di samping telinga itu kinclong.
Nah, dalam sehari utamanya jelang kurban, dirinya mampu mempermak sedikitnya 14 hingga 20 sapi. Sapi yang disalon bukan hanya sapi lokal tetapi juga sapi yang berukuran besar.
Seperti sapi limusin Simental yang memiliki ciri khas tubuh besar. Sementara untuk tarif pun tak mahal. Untuk potong kuku dan menghaluskan tarif jasanya hanya Rp 40 ribu. Tetapi ketika mempercantik kuku plus tanduk ongkos jasanya Rp 50 ribu.
Meski begitu, untuk mempercantik sapi, juga butuh keahlian dan keberanian. Tak jarang, dirinya kena tendang atau slentak kaki sapi belakang.
Baca Juga :Geger Buaya Piaraan Warga Blitar Semakin Besar, Damkar Tak Berani Evakuasi
Untuk menyiasatinya, dengan cara mempererat tali tambang. Selain itu juga, juga menepuk-nepuk kaki sapi agar sapi nyaman dan tak berontak.
Selain kerap dislentak, yang sudah pasti dialami terkena cipratan air atau kotoran sapi.
“Lha gimana, mungkin geli ya ketika dikikir kukunya. Jadi sapi sering kencing dan buang kotoran. Kalau sudah begitu, harus cepat-cepat menghindar. Kan saya harus jongkok ketika mempermak kuku,” katanya.
Suparjo, salah satu penjual sapi mengaku terbantu dengan keberadaan tukang salon sapi. Sapi jika dalam kondisi kinclong, kuku rapi dan tanduk halus, kadang bisa meningkatkan daya tarik pembeli. Dan ujung-ujungnya bisa meningkatkan jual beli hingga bisa naik Rp500 ribu.



















