Nganjuk, SEJAHTERA.CO – Polres Nganjuk masih terus mendalami kasus penemuan mayat pria dengan puluhan luka tusuk di bawah jembatan jalan raya Nganjuk-Surabaya, tepatnya di Kelurahan Ringinanom, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk atau barat Polres Nganjuk.
Korban yang diketahui bernama Sucipto (55), warga Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, telah dimakamkan oleh pihak keluarga setelah proses otopsi.
Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Supriyanto, menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap pelaku di balik pembunuhan brutal ini.
Saat ditanya terkait dengan motif hingga lokasi pembunuhan, Polisi belum menemukan titik temu hingga hari ini.
“Belum, masih dalam lidik pelaku,” kata AKP Supriyanto pada Selasa (10/6/2025).
Ia menambahkan bahwa jenazah korban telah dipulangkan dan dimakamkan oleh keluarganya. “Sudah dipulangkan dan dimakamkan,” ujarnya.
Diketahui sebelumnya penemuan mayat Sucipto pada Kamis (5/6/2025) kemarin, sempat menggegerkan warga sekitar.
Korban ditemukan dalam posisi terlentang di area semak dekat aliran sungai, mengenakan kaus oblong warna cokelat tua dan celana panjang. Lokasi penemuan ini berada tepat di barat Polres Nganjuk.
Menurut Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca, hasil pemeriksaan luar yang dilakukan tim Inafis Polres Nganjuk bersama Tim DVI RS Bhayangkara menemukan setidaknya 21 luka tusuk dan robek di berbagai bagian tubuh korban, termasuk dada, perut, lengan, hingga punggung.
Baca Juga :Kota Wisata Batu Siapkan 18 Venue Cabor Dalam Porprov IX Jatim, ini Jadwalnya
Jumlah luka yang signifikan ini mengindikasikan aksi kekerasan yang sangat brutal.
“Proses autopsi sudah dilakukan oleh tim forensik gabungan dari RSB Nganjuk dan Kediri,” jelas Sukaca pada Kamis (5/6/2025), saat itu.
Untuk membantu proses penyelidikan, pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti berupa pakaian korban dan meminta keterangan dari beberapa saksi mata di sekitar lokasi penemuan mayat guna mendapatkan informasi awal yang relevan.
Baca Juga :KPU Ponorogo Kembalikan Sisa Dana Penyelenggaraan Pilkada, ini Jumlahnya
Pihak kepolisian berharap masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini dapat segera melapor guna membantu percepatan pengungkapan pelaku.



















