Blitar, SEJAHTERA.CO – Kasus angka stunting atau gangguan kembang tumbuh pada anak di Kota Blitar masih tinggi. Salah satu penyebabnya kurang asupan nutrisi selama ibunya hamil.
Berdasarkan data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, Wali Kota Blitar Santoso pada 2023 jumlah kasus sebanyak 487. Itu tersebar di tiga kecamatan. Nah yang menjadi atensi jumlah itu naik dibanding tahun sebelumnya 2022. Pada 2022 jumlah kasus masih di angka 390.
“Nah ada kenaikan 1,27 persen atau naik 97 kasus. Pada 2022 di angka 5,26 persen sementara pada 2023 pada 6,53 persen,” kata Wali Kota Blitar Santoso, Selasa (5/3).
Dia menjelaskan meskipun naik, tetapi kenaikan masih dalam status toleransi. Pasalnya jika merujuk wanti-wanti dari nasional, kenaikan tak boleh di atas 14 persen. Sementara di Kota Blitar masih di angka 1,27 persen.
Meski begitu, pemkot terus berupaya agar setiap tahun kasusnya menurun. “Banyak terobosan yang kami lakukan untuk menekan kasus. Targetnya zero stunting,” katanya.
Beberapa terobosan seperti pendampingan. Sejak ibu mengandung atau ibu hamil (bumil), ada kader posyandu yang mendampingi. Pendampingan itu dalam bentuk mengawal kondisi dan mengecek kondisi kandungan. Bahkan juga memberikan asupan gizi.
“Bukan hanya itu, ketika anak sudah lahir perkembangannya tetap dipantau. Seminggu sekali anak dan iku ke kelurahan atau lainnya untuk dicek perkembangan tubuhnya,” tambah Kepala Dinas Kesehatan dr Dharma Setiawan.
Dharma menambahkan lagi, stunting dalam dunia kesehatan jauh dengan gizi buruk. Indikator kasus gizi buruk yakni berat badan dibanding usia. Kalau berat badan dan usia tidak normal, bisa dibilang gizi buruk.
Selain itu, gizi buruk menjadi tempat masuk kasus stunting. Kalau di faskes ditimbang berat badannya dua kali tidak naik atau malah turun, maka balita cenderung stunting. “Nah sementara stunting indikatornya adalah tinggi badan dibanding usia kurang dari sebayanya. Jadi beda,” katanya.
Dia menambahkan untuk menekan dan mewujudkan zero stunting harus bergandeng tangan. Dibutuhkan kerjasama semua pihak. Pemkot Blitar memberikan perhatian, sementara orang tua juga proaktif dalam menjadikan tubuh sehat.
Reporter : Abdul Aziz Wahyudi
Redaktur : Gimo Hadi Wibowo


















