Kekeringan Melanda Kalidawe Tulungagung, BPBD Salurkan 10 Ribu Liter Air Bersih

BPBD Tulungagung saat melakukan distribusi air bersih untuk masyarakat yang terdampak kekeringan.
BPBD Tulungagung saat melakukan distribusi air bersih untuk masyarakat yang terdampak kekeringan.(foto: mochammad sholeh sirri)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Ratusan warga di Desa Kalidawe, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang mulai melanda wilayah tersebut. Kondisi itu memaksa masyarakat meminta bantuan distribusi air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung.

Baca juga:Empat SD di Tulungagung Tak Dapat Siswa Baru, Tunjangan Serdik Guru Kelas I Berpotensi Tidak Cair

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Teguh Abianto, mengatakan pihaknya telah menerima permohonan bantuan air bersih dari warga yang terdampak kekeringan sejak Senin (13/7/2026).

Read More

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD langsung mengerahkan dua unit truk tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak.

“Dalam satu desa terdapat dua dusun yang mengalami kekurangan air bersih. Total ada lebih dari 500 kepala keluarga yang terdampak. Kami sudah menyalurkan 10 ribu liter air bersih,” kata Teguh.

Berdasarkan data BPBD, kekeringan terjadi di dua dusun di Desa Kalidawe. Menurunnya debit sumber air membuat warga kesulitan memperoleh pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Teguh menjelaskan, kekeringan dipicu oleh musim kemarau yang menyebabkan sejumlah sumber mata air mengalami penyusutan debit. Kondisi tersebut diperparah oleh letak geografis Desa Kalidawe yang berada di kawasan perbukitan sehingga akses terhadap sumber air bersih menjadi lebih terbatas.

“Musim kemarau membuat sumber mata air surut. Selain itu, kondisi geografis yang berada di daerah pegunungan juga menjadi faktor penyebab warga kesulitan mendapatkan air bersih,” ujarnya.

Baca juga:KPK Periksa Lima Saksi, Dalami Dugaan Penerimaan Uang Bupati Nonaktif Tulungagung

Selain mendistribusikan air bersih, BPBD Tulungagung sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan tandon air kepada masyarakat di wilayah rawan kekeringan. Tandon tersebut digunakan untuk menampung pasokan air selama musim kemarau berlangsung.

Setiap tandon memiliki kapasitas hingga 1.200 liter dan ditempatkan di sejumlah titik yang membutuhkan.

“Pada awal tahun ini kami sudah mendistribusikan 50 tandon air ke wilayah-wilayah yang rawan kekeringan. Saat ini permintaan bantuan air bersih mulai meningkat seiring musim kemarau,” tambah Teguh.

BPBD Tulungagung terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di sejumlah wilayah dan siap menyalurkan bantuan tambahan apabila kebutuhan air bersih masyarakat semakin meningkat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *