Jombang, SEJAHTERA.CO – Cuaca ekstrem berdampak pada puluhan hektare lahan persawahan di Desa Pojok Kulon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.
Lahan puluhan hektare itu dibiarkan bera atau tidak ditanami, karena tak ada air untuk mengairi persawahannya.
Putut Imadudin (44), salah satu petani membenarkan dampak kemarau panjang membuat petani berfikir dua kali untuk melanjutkan tanam padi.
”Kalau tanam padi jelas membengkak biaya operasionalnya nanti,” tuturnya, Kamis (12/10).
Ia mengakui, sengaja meninggalkan lahannya tidak ditanami sebab tak ada irigasi untuk mengaliri sawahnya. Dampak kemarau panjang diakui membuat irigasi mengering.
”Kalau maksa pakai pompa atau diesel ya harus mau mengeluarkan biaya tinggi,’’ jelas dia.
Disamping itu, petani juga tak mau melanjutkan tanam lahan lantaran dari sekian banyak lahan di Desa Pojok Kulon sebagian besar memilih tidak menanam padi di musim ini.
”Kalau kita menanam padi sendiri takutnya jadi serangan tikus. Bayangkan kalau kita menanam padi sendiri sedangkan lainnya tidak, maka tikus akan lari ke lahan kami,” jelas dia.
Putut mengakui, harga gabah kering giling dari petani cukup tinggi mencapai Rp 7.000 lebih perkilogram. Hal jelas menguntungkan petani jika panen di musim kemarau ini.
“Tapi dampaknya tidak sebanding dengan kenaikan harga. Bisa-bisa justru malah merugi,’’ papar dia.
Sebagian petani di desa setempat, diakui ada yang menamam kacang dan kedelai daripada membiarkan lahan nganggur. Dua tanaman itu diakui tidak butuh banyak air selama penanamannya.
”Namun, ya begitu, harus berani menanggung resiko kalau diserang hama tikus,’’ pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Saiful Arif, Ketua Poktan Kampung Turi Desa Pojokulon, mengatakan ada sekitar 70 hektare lahan di Desa Pojok Kulon yang lahannya dibiarkan nganggur.
Alasannya, karena kemarau panjang sehingga irigasi cukup sulit. ”Jadi kebanyakan menunggu musim tanam kalau sudah musim hujan tiba,’’ pungkasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Jombang, M Rony belum bisa menjelaskan secara rinci berapa total lahan di Kabupaten Jombang yang tidak ditanami alias nganggur. Pihaknya secepatnya akan melakukan pendataan.
”Memang ada beberapa lahan yang pada bulan-bulan ini tidak di tanami karena kondisi yang tidak memungkinkan. Bukan karena pengaruh El Nino,’’ pungkasnya.
Reporter : Taufiqur Rachman



















