Jombang, SEJAHTERA.CO – Menjelang mudik Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriyah, permintaan Keripik Tempe merek HH yang dikelola oleh Hafidz Muzakki (28), pemuda asal Dusun Kandangan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, terus meningkat pesat.
Keripik tempe khas Jombang ini kini menjadi pilihan utama bagi para pemudik yang ingin membawa oleh-oleh khas daerah ini untuk keluarga di kampung halaman.
Sejak awal bulan Ramadan, Hafidz mengungkapkan bahwa pesanan terus meningkat, terutama menjelang Lebaran.
“Pesanan kami meningkat hingga 3 sampai 4 kali lipat dibandingkan hari biasa,” kata Hafidz saat diwawancarai pada Minggu (23/3/2025).
Baca Juga :THR dan TPP ASN di Nganjuk segera Cair secara Bertahap
Keripik Tempe merek HH, yang berdiri sejak 2019, kini menjadi salah satu produk favorit para pemudik. Selain memiliki rasa yang gurih dan renyah, keripik tempe ini juga dikemas dengan praktis, sehingga mudah dibawa dalam perjalanan.
Selama Ramadan, Hafidz mencatat peningkatan omzet yang cukup signifikan, mencapai sekitar Rp4 juta per bulan. Untuk memenuhi permintaan yang melonjak, ia meningkatkan produksi hingga 6 kilogram per hari, jauh lebih banyak dibandingkan hari biasa yang hanya 3–4 kilogram dalam 2–3 kali produksi per minggu.
“Biasanya kami hanya memproduksi beberapa kali dalam seminggu, tetapi saat Ramadan ini, kami harus memproduksi setiap hari untuk memenuhi pesanan yang terus berdatangan, terutama untuk oleh-oleh mudik lebaran,” lanjut Hafidz.
Keripik Tempe merek HH menawarkan tiga varian rasa, yaitu original, barbeque dan pedas daun jeruk. Nah rasa ini cenderung paling diminati. Varian pedas daun jeruk menjadi yang paling laris karena memiliki cita rasa pedas khas dengan aroma daun jeruk yang menggoda.
Baca Juga :Pemkab Jombang dan Polres Jombang Gelar Patroli Gabungan Sisir Titik Rawan
Produk ini tidak hanya digemari warga lokal, tetapi juga oleh perantau yang ingin membawa oleh-oleh khas Jombang.
Sementara untuk urusan harga, cukup terjangkau, dengan kemasan mulai dari Rp1.000 hingga Rp30.000. Selain itu, keripik tempe ini juga bisa dibeli dalam bentuk kilogram dengan harga Rp70.000 per kilogram.
“Kami ingin keripik tempe ini tidak hanya dikenal sebagai camilan biasa, tetapi juga sebagai ikon oleh-oleh khas Jombang yang berkualitas,” ujar Hafidz.
Selain menjadi pilihan oleh-oleh Lebaran bagi pemudik, Keripik Tempe merek HH juga sudah merambah ke berbagai daerah, mulai dari Medan (Sumatra Utara), Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga beberapa kota besar di Jawa Timur.
Baca Juga :Stasiun Jombang Mulai Dipadati Pemudik
Banyak pembeli yang memesan untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh bagi keluarga, teman, atau kolega di kampung halaman.
“Banyak yang membeli Keripik Tempe HH untuk dibawa pulang saat mudik Lebaran. Ini menjadi pilihan oleh-oleh yang pas karena rasanya yang enak dan kemasannya yang praktis,” jelas Hafidz.
Ia berharap, dengan semakin populernya Keripik Tempe HH, usahanya dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Salah seorang pelanggan, Wildan Prayoga (25), mengungkapkan bahwa ia membeli keripik tempe ini karena variasi rasanya yang beragam serta kemasannya yang praktis.
“Keripik Tempe HH ini sangat cocok untuk oleh-oleh mudik. Rasanya enak, kemasannya bisa dibuka-tutup sehingga tidak cepat basi, dan harganya juga terjangkau, sangat pas untuk kantong saya yang baru lulus kuliah,” ujar Wildan.
Baca Juga :Disnaker Kabupaten Kediri Buka Posko Layanan Pengaduan THR Tak Terbayar
Menurutnya, keripik tempe buatan Hafidz memiliki keunikan tersendiri dibandingkan yang lain, mulai dari ketipisannya, teksturnya yang renyah, hingga rasa yang lebih khas tanpa aroma tengik atau mlempem.
“Saya sudah beberapa kali membeli Keripik Tempe HH untuk dibawa pulang ke kampung halaman saat Lebaran. Selain rasanya yang enak dan awet, tempe ini juga menjadi pilihan oleh-oleh yang unik,” ucapnya.



















