Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Bayi kembar siam dengan kondisi dempet bokong yang tengah dirawat secara intensif di RSUD dr. Iskak Tulungagung kondisinya kian membaik. Rencananya beberapa pekan ke depan, bayi tersebut akan segera dipulangkan untuk menjalani rawat jalan.
Plt. Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Kasil Rokhmad mengatakan, pihak RSUD dr. Iskak Tulungagung telah melakukan konsultasi dengan tim RSUD dr. Soetomo Surabaya terkait perawatan bayi tersebut. Hasilnya, diputuskan jika bayi kembar siam tersebut bisa menjalani rawat jalan.
Hasil keputusan tersebut diambil setelah pihak RSUD dr. Iskak Tulungagung melaporkan hasil evaluasi kondisi kesehatan bayi kembar siam tersebut kepada pihak RSUD dr. Soetomo Surabaya.
Dimana saat ini kondisi kesehatan bayi kembar siam tersebut dalam keadaan membaik setelah menjalani perawatan.
“Tim kami memang selalu berkoordinasi dengan pihak RSUD dr. Soetomo Surabaya. Kami selalu memberikan update laporan dan hasil evaluasi kondisi kesehatan bayi tersebut. Hasilnya diputuskan bisa rawat jalan,” kata dr. Kasil Rokhmad, Minggu (26/5/2024).
Terkait perawatan bayi tersebut, ungkap Kasil, bayi kembar siam ini memang harus menjalani perawatan medis selama 8 bulan bahkan hingga 1 tahun. Diketahui, perawatan ini tentunya untuk mempersiapkan bayi tersebut agar nantinya siap menjalani operasi pemisahan keduanya.
Pihaknya menyebut, selama dirawat secara intensif di RSUD dr. Iskak Tulungagung, bayi kembar siam tersebut sama sekali tidak pernah mengalami sakit dan justru kondisinya terus membaik.
Namun, kendala justru dihadapi orang tua bayi tersebut yang tidak bisa melakukan bounding dan hanya boleh menjenguk saja.
“Kami menyadari jika jalinan emosional dari orang tua terhadap anaknya itu juga penting, tetapi agar kondisi kesehatannya membaik, orang tua tidak bisa bounding dengan bayinya dan hanya bisa menunggui dan menjenguk saja,” ungkapnya.
Meski sudah diputuskan untuk menjalani rawat jalan, Kasil menyebut sebenarnya keputusan untuk melakukan rawat jalan bagi bayi kembar siam ini memiliki beberapa risiko.
Maka dari itu, pihak tim RSUD dr. Iskak harus menyiapkan berbagai aspek untuk melakukan rawat jalan terhadap bayi tersebut
Diketahui, persiapan ini mulai dari menugaskan bidan desa hingga mempersiapkan instalasi rumah yang ideal untuk tempat tinggal bayi tersebut selama rawat jalan. Hal ini dilakukan untuk menciptakan ruangan semi steril untuk bayi tersebut yang mana persiapan ini akan selesai sekitar 1 hingga 2 minggu ke depan.
“Kesehariannya ada bidan desa yang mendampingi orang tua dalam merawat kedua bayinya. Jadi jika terjadi apa-apa dapat segera tertangani,” pungkasnya.
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Dhita Septiadarma


















