Kontes Nasional Ikan Cupang dan Moly di Kediri Diserbu Peserta, Antusiasme Tinggi

ikan moly
Kontes nasional Ikan Moly dan Cupang di Sentra Pasar Ikan  dan UMKM Kabupaten Kediri Minggu siang.(foto: bakti)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Untuk pertama kalinya, kontes ikan moly dan ikan cupang tingkat nasional digelar di Kabupaten Kediri. Kegiatan ini mendapat perhatian besar dari peserta maupun pengunjung yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga:Ledakan Parkir Pengunjung Warga Binaan Lapas Kelas 2A Kediri Picu Krisis Akses Warga di Lingkungan RW 05 Kelurahan Mojoroto

Jumlah peserta kontes ikan cupang tercatat mencapai 267 orang. Angka ini dinilai cukup tinggi dan menjadi tantangan tersendiri bagi para juri dalam melakukan penilaian.

Read More

Ketua Kontes Nasional Ikan Cupang 2026, Alvin Mahardika, menyampaikan apresiasinya atas tingginya antusiasme para pembudidaya ikan cupang, baik dari tingkat lokal maupun nasional.

“Kontes ini mendapat respons yang sangat baik. Harapannya, nilai jual dan nilai ekonomi ikan cupang bisa terus meningkat, sekaligus mendorong munculnya lebih banyak pembudidaya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ikan cupang berkualitas memiliki nilai jual berkisar Rp2.000 hingga Rp3.000 per ekor, tergantung pada beberapa kriteria utama seperti warna, performa (bentuk), dan mental ikan. Faktor-faktor tersebut menjadi penentu dalam penilaian kontes.

Selain itu, Alvin juga mengingatkan para pembudidaya untuk memperhatikan kondisi cuaca ekstrem. Ia menyarankan penggunaan atap kolam berbahan tahan sinar ultraviolet (UV) guna menjaga kesehatan ikan.

Sementara itu, Ketua Kontes Ikan Moly Nasional, Dwi Susatyo, juga mengapresiasi tingginya partisipasi peserta. Ia menyebut kontes ini menjadi momentum penting bagi perkembangan komunitas ikan moly di Kediri, yang juga telah memiliki wadah komunitas bernama Kediri Moly Club.

“Tidak hanya peserta, jumlah pengunjung sejak hari pertama juga cukup tinggi. Ini menunjukkan minat masyarakat terhadap ikan hias semakin meningkat,” katanya.

Dwi mengungkapkan, dirinya mampu menjual sekitar 20 ekor ikan moly setiap hari. Permintaan datang tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri seperti Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Ia juga menepis anggapan bahwa ikan moly hanya dimanfaatkan sebagai pakan ikan predator. Menurutnya, ikan moly memiliki nilai ekonomi yang terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pembudidaya dan penghobi.

Baca juga:Kuota Pupuk Subsidi Turun, Pemkot Kota Kediri Pastikan Distribusi Tetap Aman

“Faktanya, ikan moly kini memiliki pasar tersendiri. Nilai jualnya terus naik dan peminatnya semakin banyak,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *