Lagi, LPG 3 Kg di Kabupaten Kediri Menghilang, Harga Naik, Emak-emak Bereaksi

Lagi, LPG 3 Kg di Kabupaten Kediri Menghilang, Harga Naik, Emak-emak Bereaksi
Sejumlah tabung LPG 3 kilogram yang kosong di sebuah toko atau pengecer di kawasan Gampengrejo – doksejahtera.co

Kediri, SEJAHTERA.CO – Lagi-lagi persedian LPG 3 kilogram di sebagian wilayah Kabupaten Kediri sulit dicari kalau tidak mau dikatakan langka.

Baca Juga :  Dua Bapaslon Cabup Blitar Lolos Tes Kesehatan, ini Tahapan Selanjutnya

Sulitnya mendapatkan LPG 3 kilogram di Kabupaten Kediri, sebetulnya sudah terjadi sejak Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban 2024 yang lalu.

Read More

Saat itu, sebagian masyarakat di Kabupaten Kediri dibuat kelabakan karena tidak mendapatkan LPG 3 kilogram untuk aktivitas di dapur.

Padahal saat itu, hampir semua warga mau makan enak, karena mendapatkan daging kurban, baik dari masjid maupun kurban perorangan.

Baca Juga :Empat Paslon di Tulungagung Sudah Jalani Pemeriksaan Kesehatan, Hasilnya Bakal Diumumkan Dua Hari Mendatang

Karena tidak mendapat LPG 3 kilogram dan hampir di sejumlah toko dan pangkalan, kosong banyak warga yang memanfaatkan “luweng” dengan kayu bakar untuk menanak daging kurban.

Setelah Hari Raya Kurban, peredaran LPG 3 kilogram sedikit normal, meski jatah di tingkat pengecer tidak dapat dikirim atau dipasok penuh.

Misalnya, toko atau warung yang ditunjuk sebagai pengecer oleh pangkalan, sejak lama memiliki 30 tabung LPG 3 kilogram, setiap kunjungan hanya dikirim tabung.

Baca Juga :Kerap Terjadi Kemacetan, Jalan Jaksa Agung Suprapto Tulungagung Dilakukan Rekayasa Lalu Lintas, Begini Teknisnya

“Paling pol atau paling banyak, pangkalan hanya dapat mengirim 20 LPG 3 kilogram,” kata Malikha, salah satu pengecer di wilayah Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Selasa (3/9/2024).

Ketika pangkalan diminta mengirim sesuai jumlah tabung milik pengecer, mengaku tidak bisa. Karena kirim LPG 3 kilogram ke pangkalan juga terbatas.

Pangkalan saat ini, setiap kiriman tidak bisa meminta 500 LPG 3 kilogram (satu rit), seperti dulu. Kini, setiap kiriman hanya dapat 80 -100 LPG 3 kilogram.

Baca Juga :Awal September, Kekeringan di Ponorogo Meluas, Ada 9 Wilayah yang Terdampak

Untuk meyakinkan pada pengecer bahwa pangkalan kirimannya juga minim, lalu menunjukkan aplikasi pada HP-nya bahwa kiriman hanya 80 LPG 3 kilogram.

“Kalau sekali kirim hanya 80-100 LPG 3 kilogram, saya juga kesulitan membagi pada pengecer yang cukup banyak. Karena kami orang lama,” kata salah satu pemilik pengkalan.

Dua minggu belakangan, sulitnya mencari LPG 3 kilogram dirasakan oleh sebagian masyarakat di Kabupaten Kediri. Tandanya, warga yang mencari sudah lintas desa bahkan kelurahan.

Baca Juga :Kades Karanganom Tulungagung Pilih Undur Diri, Sukar: Tidak Ada Kaitannya dengan KPK

Kalau warga desa lain sudah “menyerbu” desa tetangga, berarti kondisi LPG 3 kilogram kosong. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Kediri tapi juga di Nganjuk dan Jombang.

“Informasinya begitu yang kami terima, sulitnya mendapat LPG 3 kilogram juga terjadi di Nganjuk dan Jombang,” katanya.

Masyarakat yang merasa kesulitan mendapat LPG 3 kilogram hanya dapat berandai-andai atau menduga-duga.

“Kenapa ya kok sulit mendapatkan LPG 3 kilogram, apa mau dinaikkan harganya?. Lebih baik naik dari pada kosong,” kata Rohmah, salah satu warga.

KPU Kabupaten Kediri Umumkan Hasil Tes Kesehatan Bacakada

Sementara itu, karena LPG 3 kilogram sulit didapat, harga di pengecer juga naik menjadi Rp 18.000 pertabung, dari Rp 16.000 di pangkalan.

Di Kota Kediri harga LPG 3 kilogram juga bervariasi, antara Rp 17.500 hingga Rp 20.000 pertabung. “Tidak seragam, tergantung toko atau warungnya,” kata warga Singonegaran ini.

Konsumen, utamanya emak-emak bergolak atau mempermasalahkan?. Tidak.

Baca Juga :Merumput di Sawah, Warga Badas Kediri Temukan Mayat 

“Dua puluh ribu rupiah pun saya beli, sing penting ada, LPG 3 kilogram. Dari pada tidak masak,” katanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *