Jombang, SEJAHTERA.CO – Wacana Pemkab Jombang membentuk Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) kembali mencuat. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Jombang, M. Syarif Hidayatullah atau Gus Sentot, menyatakan dukungan penuh.
Menurutnya, pembentukan BNNK Jombang merupakan kebutuhan mendesak di tengah maraknya kasus narkoba, terutama yang melibatkan generasi muda.
“Kami sejak awal sangat mendukung wacana ini. Kasus narkoba di Jombang sudah cukup memprihatinkan,” kata politisi Partai Demokrat itu, Kamis (15/5/2025).
Baca Juga :Pemkot Batu Kekurangan Nakes Kebidanan, ini Langkah yang Ditempuh
Gus Sentot mengungkapkan, wacana pendirian BNNK sejatinya sudah muncul sejak 2018 pada masa kepemimpinan Bupati Mundjidah Wahab dan Sumrambah. Namun hingga kini belum terealisasi karena sejumlah kendala, salah satunya persoalan gedung.
“Masalah gedung tidak harus baru. Bisa memanfaatkan aset Pemkab yang sudah ada,” ujarnya.
Ia menyebut kehadiran BNNK penting untuk memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkoba, serta mendorong keterlibatan lintas sektor. Selama ini, peran tersebut masih banyak dijalankan oleh organisasi non-pemerintah seperti GANN.
“BNNK akan jadi motor penggerak utama dalam pemberantasan narkoba. Pemkab juga harus hadir mendukung upaya yang sudah dilakukan elemen masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga :Satu CJH Kabupaten Kediri Asal Wonojoyo Gurah Berpulang di Arab Saudi
Sementara itu sebelumnya, Sekdakab Jombang, Agus Purnomo, membenarkan bahwa wacana pendirian BNNK kembali dibahas bersama Bupati Warsubi.
Ia menyebut, Pemkab Jombang siap menindaklanjuti usulan tersebut ke BNN pusat. “Arahnya, Abah Bupati ingin Jombang punya BNNK sendiri. Nanti akan kami sampaikan kembali,” ucapnya.



















