Musim Hujan, Petani Cabai di Kediri Waspada Virus Gemini

Musim Hujan, Petani Cabai di Kediri Waspada Virus Gemini
Petani cabai Kediri mantau perkembangan cabai. (bakti/sejahtera.co)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Saat cuaca ekstrem di puncak musim hujan seperti saat ini, petani cabai di wilayah Kabupaten Kediri mewaspadai adanya virus Gemini yang sering muncul saat musim hujan. Virus Gemini atau asam disebabkan virus kuning yang penularannya melalui kutu kebul.

Sumanto (50) petani cabai Ringinrejo menjelaskan virus Gemini ini dapat menyebabkan batang cabai kerdil dan hasil pada cabai tak sempurna meskipun sudah masa panen. Karenanya Sumanto maksimalkan pemupukan, pantauan dan penyemprotan hama agar tanaman cabai tidak terdampak virus gemini.

Baca Juga :Diduga Jadi Penyebab Konflik Perguruan Silat, Puluhan Botol Miras Tanpa Izin Edar Diamankan

Read More

“Bisa juga disebabkan karena air yang ada di lokasi tanaman berlebih karena derasnya air hujan dan luapan dari irigasi pengairan akibat musim hujan. Ini harus dicegah agar cabai tumbuh sehat,” ujarnya, Senin (3/2/2025).

Sumanto sangat mewaspadai pada tanaman dari segala virus yang menyerang tanaman cabainya. Karenanya ia mulai awal tanam harus memilih bibit cabai kualitas A agar tahan serangan hama.

Virus kutu kebul penyebarannya cepat dan cepat pula menyerang cabai saat cabai mulai usia satu bulan.

“Adapun virus jenis ini gejala pada cabai seperti daun mengerut dan mengecil, tanaman jadi pendek daun berwarna kuning dan ini pengaruh pada produksi yang menurun drastis,” jelasnya.

Baca Juga :Tak Ada Perusahaan Komplain, Disnakertrans: UMK Tulungagung Sah Jadi Rp 2,4 Juta

Jika ini diketahui salah satu pohon saja, Sumanto segera mencabutnya, membuang dan membakar batang cabai itu. Sebagai petani cabai, Sumanto memang harus teliti dan waspada virus pada cabai saat pergantian musim.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *