Operasi Keselamatan Semeru 2025 Selesai, Satlantas Polres Ponorogo Catatkan Hasil Positif, ini Datanya

Operasi Keselamatan Semeru 2025 Selesai, Satlantas Polres Ponorogo Catatkan Hasil Positif, ini Datanya
Anggota Satlantas Polres Ponorogo saat memberikan sosialisasi tentang keselamatan lalu lintas kepada pengendara. (istimewa)

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Operasi Keselamatan Semeru 2025 telah berakhir. Kegiatan yang digelar Satlantas Polres Ponorogo selama 14 hari mulai 10 – 23 Februari 2025 tersebut menunjukkan trend positif.

Dari data Satlantas Polres Ponorogo, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) selama Operasi Keselamatan Semeru 2025 menurun dibanding tahun lalu. Pada tahun 2023 lalu, tercatat ada 20 kejadian laka lantas, turun 20 persen di tahun ini menjadi 17 laka lantas.

Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Batu Pratama Sudirno mengatakan berbagai upaya telah dilakukan jajarannya untuk menekan angka laka lantas. Di antaranya rutin menggelar sosialisasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat maupun pelajar di sekolah-sekolah.

Read More

Baca Juga :Begal Payudara di Blitar Diringkus Polisi, Aksinya Terekam CCTV, Korban Diduga Belasan Jumlahnya

“Sesuai perintah Satuan Tugas Operasi Keselamatan, pada operasi ini sudah dibagi 40 persen preventif, 40 persen preemtif dan 20 persen penegakan hukum. Rangkaian ini tentunya sudah kita laksanakan mulai edukasi ke sekolah-sekolah,” ujarnya, Senin (24/2/2025).

Tak hanya itu, kepolisian juga melakukan penegakan dan pengaturan (gaktur) di lapangan. Kegiatan itu dilakukan hampir setiap hari selama Operasi Keselamatan Semeru 2025. Selain itu, sosialisasi kepada para pelajar juga menjadi salah satu sasaran untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas.

“Kita setiap hari melakukan kegiatan gaktur di lapangan, termasuk di sekolah sekolah untuk para pelajar,” tambahnya.

Selain itu, berdasarkan data di Satlantas pada Operasi Keselamatan Semeru 2025, ada 17 kejadian laka lantas. Dari jumlah itu, ada satu korban meninggal dunia, 27 orang mengalami luka ringan, dengan kerugian materi sekitar Rp18 juta.

Baca Juga :Belum Bebas Pasung, Dinkes Ponorogo Sebut Masih Ada Dua ODGJ yang Alami Repasung

Sedangkan pada Operasi Keselamatan Semeru tahun lalu, tercatat ada 20 kejadian laka lantas mengakibatkan satu korban meninggal dunia, serta 31 korban luka ringan. Adapun kerugian materi mencapai sekitar Rp21 juta.

“Meski ada satu korban meninggal, kita berhasil menekan angka korban luka luka akibat kecelakaan dan kerugian yang ditimbulkan,” tandasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *