Pagelaran Ketoprak Bangkit di Kota Kediri, Pejabat Jadi Bintang Panggung

Pagelaran Ketoprak Bangkit di Kota Kediri, Pejabat Jadi Bintang Panggung
Arief Cholisudin Yuswanto, S.STP. – Kepala DP2KBP3K Kota Kediri saat berlatih bersama

Kediri, SEJAHTERA.CO – Pagelaran Seni pertunjukan ketoprak yang sempat redup di Kota Kediri kembali menyala. Diprakarsai oleh para seniman lokal, kebangkitan ini digerakkan oleh Ketua Rumah Budaya Kediri, Rindu Richard, sebagai upaya pelestarian budaya warisan leluhur.

Baca Juga :Bawa Sajam, Remaja Jombang Diduga Gangster Diamankan

Pagelaran ketoprak bertajuk Rindu Budoyo itu akan resmi diluncurkan pada 5 Juli 2025 mendatang di Warung Setono Goerih, Jalan Untung Suropati, Kelurahan Pakelan, Kota Kediri. Dengan  Lakon pembuka yang dipentaskan adalah Ande-Ande Lumut, yang diangkat dari kisah Panji  Asmoro Bangun.

Read More

Yang menarik, kebangkitan ketoprak ini melibatkan lintas profesi tidak hanya seniman, tetapi juga sejumlah pejabat Pemerintah Kota Kediri yang ikut andil berperan langsung di atas panggung.

Beberapa nama yang tampil dalam lakon ini di antaranya:
• Yudha Wirawan, S.E., M.M. – Kepala BNN Kota Kediri, berperan sebagai Raja Amiluhur.
• Eko Lukmono – Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri, memerankan sebagai Patih Kudono Warso.
• Arief Cholisudin Yuswanto, S.STP. – Kepala DP2KBP3K Kota Kediri, sebagai Panji Pamecut.
• Ki Dalang Rinto – Pengurus Rumah Budaya Kediri, tampil sebagai Panji Asmoro Bangun.

Rindu Richard dalam keterangannya mengatakan pertunjukan ini bukan sekadar hiburan, melainkan sebagai bentuk edukasi budaya serta sarana mempererat kebersamaan antar pelaku seni dan pemerintah
“Kami ingin menghidupkan kembali semangat berkesenian yang mulai memudar. Ketoprak ini menjadi wadah ekspresi, pelestarian tradisi, sekaligus jembatan interaksi antara masyarakat dan pemerintah,” ungkapnya Senin (16/6/2025).

Sementara itu Zachrie Ahmad , S.SIS,. MM
Kepala dinas pariwisata kota Kediri ketika dikonfirmasi mengapresiasi Pagelaran ketoprak Rindu Budoyo tersebut agar tetap lestari serta diharapkan menjadi ikon budaya baru yang mampu menginspirasi dan membangkitkan semangat kesenian lokal di tengah arus modern agar tidak punah ,” katanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *