Blitar, SEJAHTERA.CO – Tiga hari pasca-diterjang banjir bandang, aktivitas warga di Desa Sambigede, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar mulai pulih. Hanya saja warga tetap membutuhkan pasokan air bersih.
Baca Juga :Permenaker Belum Turun, Penetapan UMK di Kota Blitar Molor
Warga Desa Sambigede pantas memerlukan pasokan air bersih karena sumur yang selama ini menjadi sumber kebutuhan ada yang tertutup ada pula yang airnya masih keruh.
“Iya air bersih utamanya. Mudah-mudahan saja sumur air kembali normal kondisinya,” kata Roihan Al Madzhar, Kepala Desa Sambigede, Selasa (3/12/2024).
Baca Juga :Dugaan Politik Uang Pilkada Kota Batu, Bawaslu Hentikan Laporan
Dia mengatakan sejak Minggu pagi (01/12/2024) warga yang terdampak banjir sudah sibuk membersihkan rumah. Utamanya teras dan ruang tamu yang sebelumnya banjir keruh. Selain itu juga tampak mencuci barang perabotan yang sempat terendam.
Pembersihan selain swadaya juga dibantu aparat hingga badan penanggulangan bencana daerah hingga relawan. “Semoga tak ada banjir lagi,” ujarnya.
Baca Juga :Makanan Higienis, Enam Sekolah di Kota Blitar Percontohan Kantin Sehat
Dia mengatakan di Desa Sambigede jumlah warga yang terdampak banjir ada 29 kepala keluarga (KK) dengan sejumlah 99 jiwa. Kerusakan ada yang parah atau rusak parah ada pula yang rusak ringan.
Selain air bersih, warga juga membutuhkan sembako hingga matras untuk tidur. “Sudah ada bantuan matras dan pakaian layak dari BPBD. Tetapi masih kurang,” katanya.
Saat ini, lanjutnya, warga yang benar-benar terdampak mengandalkan pasokan air bersih dari PMI dan BPBD. Sementara bagi warga yang rumahnya hanyut tak tersisa, terpaksa masih mengungsi ke tetangga atau sanak keluarga.
Seperti diketahui, hujan deras yang menerpa warga Binangun dan sekitarnya berakhir petaka. Sejumlah sungai meluap menyebabkan puluhan rumah terendam. Tak hanya itu banjir juga mengakibatkan empat jembatan rusak.
Di Kecamatan Binangun sendiri ada tiga desa yang terdampak banjir. Di antaranya Desa Sambigede, Kedungwungu dan Birowo. Di Desa Birowo ada satu kompleks pemakaman umum yang terdampak hingga memporakporandakan nisan. Bahkan, sejumlah jenazah ikut Hanyut. Ada pula ternak warga berupa kambing juga amblas.



















