Jombang, SEJAHTERA.CO – Pasca lebaran 2024, harga bawang merah maupun bawang putih di Kabupaten Jombang terus mengalami kenaikan. Bahkan kenaikannya bisa dibilang cukup tinggi.
Meroketnya harga bawang merah itu, salah satunya terpantau di Pasar Pon Jombang. Menurut pedagang, kenaikan harga bawang merah bahkan mencapai 100 persen alias dua kali lipat dalam seminggu terakhir.
Seperti yang diungkapkan Fatimah (50) salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Pon Jombang. Ia mengatakan, sejak dua pekan lalu, harga bawang putih dan bawang merah mengalami kenaikan secara bertahap.
“Dari harga Rp 25.000, naik jadi Rp 30.000 per kilogram, itu dua mingguan kemarin. Sekarang naik lagi dari Rp 30.000, naik jadi Rp 40.000, ada juga yang Rp 50.000, per kilogram,” ujar Fatimah saat ditemui di lapaknya pada Kamis (18/4/2024).
Ia mengaku kenaikan ini cukup tinggi dibandingkan harga di tahun sebelumnya. “Naiknya drastis sekali,” katanya.
Kenaikan, juga terjadi pada harga bawang putih, yang sekarang mencapai Rp 32.000. Padahal, harga bawang putih di pekan sebelumnya masih di angka Rp 25.000, per kilogram.
Kondisi ini, sambung Fatimah, membuat penghasilan para pedagang menurun lantaran konsumen memilih mengurangi pembelian bawang putih maupun bawang merah.
”Dampaknya ya omzet kami menurun. Biasanya kan belinya banyak-banyak kalau sekarang separuh-separuh gitu,” tuturnya.
Sementara itu Idris (39) salah satu pembeli di Pasar Pon mengungkapkan, jika harga sejumlah bumbu dapur dan sayuran di pasar juga memang mengalami kenaikan.
”Yang naik kentang, wortel, cabai merah terus tomat dan bawang merah-putih. Ayam sih masih Rp 37.000, masih mahal harga bawang merah daripada daging ayam,” katanya.
Imbas naiknya harga bumbu dapur itu, ia mengaku terpaksa mengurangi pembelian bumbu dapur.
“Ya gimana kan kita ini orang tidak mampu jadi harus irit-irit tapi ini kan makanan. Ya iya justru mengurangi jumlah pembelian, biasanya beli bawang seperempat sekarang cuma beli Rp 5 ribu,” ujarnya.
Ia berharap agar pemerintah segera menormalkan harga sayur-mayur dan bumbu dapur di pasar, sehingga harga kembali normal seperti sebelum Ramadan dan Lebaran.
”Harapannya pemerintah bisa menurunkan harga-harga, supaya rakyat kecil itu bisa berbelanja dengan lancar dan dimudahkan,” pungkasnya.
Reporter : Taufiqur Rachman / Agung Pamungkas
Editor : Gimo Hadiwibowo



















