Pembeli Telur Nggrundel, Seminggu Harga Naik Tiga Kali, Ini Penyebabnya

Pembeli Telur Nggrundel, Seminggu Harga Naik Tiga Kali, Ini Penyebabnya

Blitar, SEJAHTERA.CO – Tak hanya beras, sejumlah barang dapur juga “iri” naik harga. Salah satunya telur yang kini harganya tembus  Rp 30 ribu per kilogram.

Sejumlah konsumen menganggap kenaikannya benar-benar membuat geregetan dan nggrundel. Pasalnya dalam seminggu terjadi tiga kali perubahan alias ganti harga. Seminggu sebelumnya masih di angka Rp 25 ribu, dua hari kemudian berubah Rp 26 ribu.

“Lha ini tadi malah berubah menjadi Rp 30 ribu. Sedikit kaget, mau gimana lagi tetap beli,” kata Rusmiati, salah satu pembeli di Pasar Templek, Rabu (28/2).

Read More

Dia mengatakan, kenaikan harga itu memang sudah bisa diprediksi. Setiap kali jelang Ramadan, sejumlah barang dapur naik. Bukan hanya telur, tetapi juga bumbu-bumbu.

Seperti cabe yang tembus Rp 65 ribu per kilogram. Termasuk di antaranya beras baik medium ataupun premium. “Dan biasanya nanti bertahan hingga jelang Lebaran,” katanya.

Sementara itu, Sendy, penjual telur di Pasar Pon mengakui harga telur naik. Salah satu penyebabnya karena memang momen jelang agenda tahunan atau Ramadan.

Buntut dari naiknya harga, konsumen ada yang banting beli jenis telur jenis bentis atau sudah pecah. Itu lebih murah dibanding dengan harga telur tak pecah.

Telur bentis dibanderol Rp 18 ribu hingga Rp 23 ribu per kilogram. “Ada yang beralih ke bentis. Karena memang lebih murah,” katanya.

Dia mengakui buntut kenaikan harga, omzet jumlah penjualan juga ikut berpengaruh. Jika sebelum naik mampu menjual 40 kilogram, kini hanya 30 kilogram saja.

Selain jelang Ramadan, faktor harga pakan juga ikut mempengaruhi. Di tingkat peternak, harga pakan saat ini  naik. Apalagi jagung yang terus naik. “Katanya begitu. Harga pakan naik,” pungkasnya. (ziz)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *