Pemkab Jombang Dorong Akses Air Bersih dan Sekolah Berwawasan Lingkungan

Pemkab Jombang Dorong Akses Air Bersih dan Sekolah Berwawasan Lingkungan
Dialog Interaktif Warung Pojok Kebon Rojo bahas pengelolaan air minum antara Pemerintah Desa Jombang dan Perumdam Tirta Kencana serta penguatan program sekolah Adiwiyata. (Foto: Pemkab Jombang)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Akses air bersih dan penguatan sekolah ramah lingkungan menjadi perhatian utama Pemkab Jombang.

Komitmen itu ditegaskan dalam Dialog Interaktif Warung Pojok Kebon Rojo yang digelar di Lapangan Sambong Duran, Rabu (16/7/2025).

Dalam forum tersebut, Pemerintah Desa Jombang dan Perumdam Tirta Kencana menandatangani kerja sama pengelolaan air minum.

Read More

Langkah ini dilakukan agar infrastruktur air bersih yang sudah dibangun bisa berfungsi secara optimal dan berkelanjutan.

Baca Juga :Kejari Jombang Musnahkan Barang Bukti 106 Perkara, dari Narkoba hingga Miras

“Air bersih adalah hak dasar warga. Jangan sampai bangunan selesai tapi tidak bisa dinikmati. Karena itu, pengelolaannya kami percayakan ke Perumdam Tirta Kencana agar berfungsi dengan baik dan profesional,” kata Bupati Jombang, H. Warsubi.

Selain membahas air minum, forum ini juga dirangkai dengan sarasehan program Adiwiyata. Dari total 1.291 sekolah dan madrasah di Jombang, baru sekitar 12 persen yang telah menyandang status Adiwiyata.

Pemkab Jombang menargetkan tambahan 95 sekolah dan madrasah ikut program ini hingga 2026.

“Lingkungan yang sehat harus dimulai dari sekolah. Karena itu, kami dorong gerakan kolektif Adiwiyata dan Eco-Pesantren agar makin meluas,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris peserta.

Baca Juga :LDII Kabupaten Kediri Gelar Musda ke-7, Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Demi Kemaslahatan Umat

Bupati Jombang mengingatkan bahwa perlindungan kerja masih menjadi pekerjaan rumah bersama, mengingat banyak pekerja belum terdaftar sebagai peserta.

“Tanpa perlindungan kerja, risiko sosial keluarga makin besar. Ini harus jadi tanggung jawab bersama—desa, perusahaan, maupun masyarakat,” tandas Warsubi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *