Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Dua ruang kelas yang ambruk di SDN 1 Babadan, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung, mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Pemkab memastikan akan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan dua ruang kelas tersebut dan menargetkan pengerjaannya dimulai pada tahun 2026.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Tulungagung, Tri Hariadi, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kondisi bangunan SDN 1 Babadan. Dua ruang kelas di sekolah tersebut mengalami kerusakan parah akibat faktor usia bangunan. Diketahui, ruang kelas terakhir kali direnovasi pada 2008.
Setelah menerima laporan, Pemkab Tulungagung langsung berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) guna membahas langkah penanganan dan kebutuhan anggaran perbaikan.
Baca Juga :Bobol Rumah Tetangga dan Curi Perhiasan Emas, Residivis di Tulungagung Ditangkap Kurang dari 24 Jam
“Kemarin setelah kejadian itu, kami sudah berkoordinasi dengan TAPD dan akan segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan SDN 1 Babadan,” kata Tri Hariadi, Kamis (28/5/2026).
Terkait teknis perbaikan, Tri mengaku pihaknya belum dapat memastikan secara rinci karena kerusakan baru saja terjadi. Saat ini, pembahasan lanjutan masih dilakukan bersama TAPD, termasuk menghitung kebutuhan anggaran yang diperlukan.
Meski demikian, karena kerusakan tersebut bersifat mendesak dan berdampak pada kegiatan belajar mengajar, Pemkab Tulungagung memastikan proses perbaikan akan menjadi prioritas.
“Anggarannya masih perlu dibahas lebih lanjut. Karena sifatnya mendesak, kami targetkan tahun ini mulai dikerjakan agar ruang kelas bisa segera digunakan kembali,” ujarnya.
Baca Juga :Gaji Hanya Rp300 Ribu, PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Mengadu ke DPRD
Sebelumnya, dua ruang kelas di SDN 1 Babadan, Kecamatan Karangrejo, mengalami kerusakan pada bagian atap dan tembok yang runtuh pada Selasa (26/5/2026). Kerusakan diduga terjadi akibat kondisi bangunan yang sudah tua, mengingat renovasi terakhir dilakukan sekitar 18 tahun lalu.
Akibat kejadian tersebut, aktivitas belajar mengajar untuk sementara harus disesuaikan sambil menunggu proses perbaikan dilakukan.



















