Batu, SEJAHTERA.CO – Pemenang juara satu pembuatan desain logo HUT ke-23 Kota Batu pada tahun ini, Asrori (35) anggota TNI yang dinas di Pusat Pendidikan Arhanud (Pusdikarhanud) TNI AD, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
Baca Juga :KPU Kabupaten Kediri Nyatakan Jumlah TPS 2348 untuk Pilkada 2024
Saat ditemui, Asrori (35) yang ditempatkan di Penerangan Pusdikarhanud TNI AD bagian editing foto dan video mengatakan, inspirasi pembuatan desain logo HUT ke-23 Kota Batu tahun ini diambil dari kebudayaan dan sumber kekayaan daerah tersebut.
“Desain logo dari kebudayaan terus sumber kekayaan kita jadikan satu. Setelah itu, dari desain kita sesuaikan dengan angka 23,” kata Asrori, saat ditemui di sela peluncuran logo HUT ke-23 Kota Batu di Sendratari Arjuna Wiwaha, Kota Batu, Rabu (18/9/2024).
Baca Juga :Ratusan Siswa dari 22 SMA Ikuti Lomba Paduan Suara Tingkat Kabupaten Kediri
Untuk pewarnaannya, ia menambahkan, diambilnya dari logo Kota Batu sendiri. Sedangkan, warna biru diambil dari unsur air.
“Terus terang, saya belajar dari tahun kemarin. Tahun kemarin, memang saya sudah mengikuti sayembara cipta logo tetapi belum berhasil,” ungkapnya.
Diakui Asrori, bahwa dirinya tetap konsisten dengan idenya sendiri. “Saya konsisten dengan ide saya, jadi tidak sama dengan logo sebelumnya. Punya saya beda sendiri,” ujarnya.
Baca Juga :Hadir Bersama Pj Walikota Batu, ini Harapan Firhando Gumelar di HUT ke-65 Pepabri
Sedangkan, dalam sayembara cipta desain logo HUT ke-23 Kota Batu ini, Asrori berhasil sebagai pemenang juara satu selain penghargaan juga memperoleh uang tunai sebesar Rp 5 juta. Kemudian, juara kedua uang tunai Rp 3 juta dan juara tiga Rp 2 juta.
Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informarika (Diskominfo) Kota Batu Onny Ardianto menyampaikan bahwa Sayembara Desain Logo HUT ke-23 Kota Batu dimulai dengan pendaftaran yang berlangsung dari 1 September hingga 15 September 2024.
“Sayembara ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas mereka dalam merancang logo yang menggambarkan semangat KWB Pasti Bisa,” jelas Onny.
Baca Juga :Mundjidah Wahab, Pencetus Gerakan Seribu bersama Muslimat NU yang Menginspirasi Daerah Lain
Proses penjurian dilakukan dengan ketat, melibatkan para ahli yang menilai setiap karya berdasarkan kriteria utama, yaitu kreativitas, kesesuaian dengan tema, estetika, serta pesan yang disampaikan.
Penilaian juga mencakup aspek penting seperti originalitas, komposisi warna, keterbacaan, dan filosofi di balik desain logo.
Baca Juga :Cari Keadilan dan Kepastian Klaim Tanah Sepihak, Dilaporkan Pencemaran Nama Baik
“Hasilnya karya desain logo terbaik mampu merepresentasikan visi dan misi Kota Batu dalam perayaan hari jadinya yang ke-23,” jelasnya.



















