Nganjuk, SEJAHTERA.CO – Siti Farida, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk mengungkap, penyebab merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Nganjuk salah satunya ada pedagang nakal yang menjual hewan sakit.
Baca Juga :Wabah PMK di Wilangan 2 Minggu 10 Sapi Mati, Peternak Rela Tidur di Kandang
Ia melanjutkan diduga peternak ogah rugi setelah tahu ternaknya sakit kemudian menjual dengan harga murah kepada pedagang sapi di pasar, sehingga rentan terserang virus PMK.
Oleh pedagang sapi akan diobati supaya terlihat sehat. Pada masa pemulihan itu sapi kemudian laku kemudian dibawa pulang oleh pembeli. Otomatis setelah itu akan menular pada ternak lainnya.
“Sapi yang sakit dijual, karena peternakan khawatir kalau ternaknya mati lalu dilalulintaskan kadang dibawa ke pasar. Kemudian dibeli pedagang diobati. Pada masa penyembuhan karena sudah tidak terlihat gejala klinis lalu di jual ke masyarakat. Karena belum sembuh total akhirnya menular ke hewan-hewan terbak,” ungkapnya, Rabu (8/1/2025).
Ia mengatakan kesulitan untuk mencegah penyebarannya lantaran terbatas kewenangan karena mengurus perdagangan ternak merupakan tugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).
“Mencegah lalulintas kalau men-stop kami tidak punya kewanangan. Karena kewenangan ada di disperindag. Kita tidak ada pos-pos untuk pemantauan kesehatan hewan,” jelasnya.
Lanjutnya, dia malah bisa memantau hewan-hewan yang berasal dari luar provinsi. Karena setiap hewan yang datang dari luar Jawa Timur harus menyertakan surat kesehatan hewan tersebut.
Baca Juga :Hujan Deras, Rumah di Desa Ngebel Ponorogo Tertimpa Material Longsor
“Kalau untuk lalulintas antarrovinsi kami bisa mengendalikan karena surat-surat yang harus dipenuhi. Surat kesehatan peternak harus membawa. Kalau yang dekat sulit mengendalikannya,” tuturnya.
Lanjutnya diketahui kasus PMK ini tidak hanya di Kabupaten Nganjuk saja. Virus hewan ini juga menyebar di beberapa daerah lain juga meningkat dari Bulan Oktober.
Selain disebabkan oleh itu, ia menyebut PMK juga disebabkan oleh faktor cuaca saat ini.
Baca Juga :Jabatan Pj Walikota Batu Berakhir, ini Tanggapan Aries Agung Paewai
“Selain kebanyakan ternak yang terserang itu awalnya ada ternak baru masuk ke wilayah itu. Faktor penyebab kasus PMK lainnya karena musim penghujan,” pungkasnya.



















