Perajin Pernak-pernik Natal di Jombang Raup Omzet Ratusan Juta Jelang Perayaan Natal

Perajin Pernak-pernik Natal di Jombang Raup Omzet Ratusan Juta Jelang Perayaan Natal
Para karyawan sibuk memproduksi pernak-pernik Natal di rumah produksi Nathalia Apriyanto di Desa Banjardowo, Jombang, Rabu (18/12). (agung/sejahtera.co)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Usaha rumahan mendapatkan momen peningkatan permintaan pada perayaan hari besar keagamaan. Salah satunya perajin pernak-pernik natal di Kabupaten Jombang.

Baca Juga :Satpol PP Kabupaten Kediri Amankan 10 Botol Isi Miras di Dua Warung Eks Lokalisasi

Menjelang Natal 2024, perajin pernak-pernik Natal di Kabupaten Jombang menikmati lonjakan pesanan yang signifikan. Salah satunya adalah Nathalia Apriyanto, pengusaha kerajinan asal Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, yang mencatat peningkatan permintaan hingga 50 persen dibandingkan hari-hari biasa.

Read More

Kondisi ini mendatangkan berkah ekonomi dengan omzet yang melonjak hingga ratusan juta rupiah per bulan.
Di rumah produksinya, belasan karyawan sibuk menyelesaikan berbagai pesanan kerajinan. Produk yang dihasilkan meliputi suvenir boneka ikon Natal, perhiasan pohon Natal, pam sower, hingga hampers bertema Natal.

Baca Juga :Antisipasi Bencana Tanah Gerak, Pemkab Trenggalek Bakal Galakkan Penanaman Pohon Berakar Kuat di Lahan Gembur Area Pegunungan

“Semua kerajinan ini terbuat dari bahan dasar fiberglass dan dikerjakan secara manual. Mulai dari pencetakan, penghalusan, pewarnaan, hingga pengemasan dilakukan dengan teliti untuk menjaga kualitas,” kata Nathalia, Rabu (18/12).

Untuk urusan harga, produk yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp15 ribu hingga Rp150 ribu per item, bahkan bisa lebih tergantung pada permintaan pelanggan. Produk-produk ini tidak hanya diminati di dalam Pulau Jawa, tetapi juga dikirim ke luar Jawa, seperti Kalimantan dan Jakarta.

Baca Juga :Jelang Nataru, Dinas Perkim Kabupaten Kediri Tambah 55 PJU Pasang Baru

Lonjakan permintaan ini berdampak langsung pada pendapatan usaha Nathalia. Jika pada bulan-bulan biasa ia memperoleh omzet sekitar Rp150 juta, menjelang Natal angka tersebut meningkat menjadi sekitar Rp250 juta per bulan.

“Puji Tuhan, dibanding hari-hari biasa, omzet meningkat sekitar 50 persen. Untuk kerajinan kecil, kami bisa produksi 250 biji per hari. Sedangkan untuk produk besar seperti jam atau pam sower, sekitar 150-an per hari,” jelasnya.

Baca Juga :Polsek Kandat Beri Edukasi dan Penyuluhan Cegah Narkoba untuk Anggota Karang Taruna

Meski permintaan terus mengalir, Nathalia menegaskan bahwa pesanan hanya akan diterima hingga lima hari sebelum Natal. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh produk dapat dikirim tepat waktu ke pelanggan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *