Perkuat Ujung Tombak Pelayanan Desa, Bupati Lamongan Buka Program Prima Desa bagi Ratusan Perangkat Desa Baru

Perkuat Ujung Tombak Pelayanan Desa, Bupati Lamongan Buka Program Prima Desa bagi Ratusan Perangkat Desa Baru
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi membuka program Prima Desa yang digagas Dinas PMD Lamongan. (ist)

Lamongan, SEJAHTERA.CO – Perangkat desa merupakan wajah terdepan pemerintah dalam melayani masyarakat.

Menyadari krusialnya peran tersebut, Pemkab Lamongan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lamongan resmi menggelar program Prima Desa (Program Peningkatan Manajemen Aparatur Desa) pada Selasa (12/5/2026).

Acara yang berlangsung di Aula Gajah Mada Lantai 7 Gedung Pemkab Lamongan ini dibuka langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi.

Read More

Dalam arahannya, pria yang akrab disapa Pak Yes tersebut menekankan bahwa perangkat desa saat ini harus memiliki paket lengkap, kemampuan teknis yang mumpuni sekaligus kecakapan komunikasi yang adaptif.

Pak Yes menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada stabilitas dan kualitas pemerintahan di tingkat desa. Hal ini sejalan dengan mandat regulasi terbaru.

“Undang – Undang Nomor 3 Tahun 2024 menegaskan bahwa tidak ada pembangunan Indonesia yang berhasil tanpa desa yang kuat, dan tidak ada desa yang kuat tanpa perangkat desa yang berdedikasi,” tutur Pak Yes.

Baca Juga :Kenakan Mawar Merah di Kerudung jadi Penyelamat Agar Tak Tersesat di Tanah Suci

Lebih lanjut Pak Yes, menjelaskan, perangkat desa memiliki peran penting dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi pemerintahan desa, termasuk mewujudkan kebijakan yang telah diputuskan oleh kepala desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Karena itu, aparatur desa dituntut mampu beradaptasi terhadap berbagai tantangan, mulai dari efisiensi pemerintahan hingga perubahan iklim.

“Perangkat desa sering berhubungan langsung dengan pelayanan publik. Maka harus mampu beradaptasi terhadap tantangan yang ada dan memiliki kemampuan lebih untuk menerjemahkan tantangan tersebut menjadi kebijakan bersama yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Pak Yes juga menekankan pentingnya penguasaan hard skill dan soft skill bagi aparatur desa.

Hard skill, menurutnya, berkaitan dengan kemampuan teknis dalam bekerja, sedangkan soft skill menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan, komunikasi, serta kemampuan beradaptasi.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Lamongan Joko Raharto menyampaikan bahwa Prima Desa akan dilaksanakan selama dua hari, mulai 12 hingga 13 Mei 2026.

Baca Juga :Lawan Arus Terobos Simpang Empat Sate, Pengendara Motor di Nganjuk Ditindak ETLE Handheld

Kegiatan tersebut diikuti oleh 213 perangkat desa yang baru dilantik pada tahun 2025 hingga awal 2026.

Adapun peserta terdiri dari 15 sekretaris desa, 44 kepala urusan, 80 kepala seksi, dan 74 kepala dusun.

Selama dua hari, para peserta akan digembleng dengan berbagai materi esensial guna meningkatkan profesionalisme, di antaranya pengelolaan keuangan, aset dan sumber daya desa.

Selanjutnya, penguatan nilai-nilai Pancasila, BUMDes sebagai pilar pembangunan ekonomi desa, kepemimpinan dan loyalitas perangkat desa,

Kemudian peran aparatur desa dalam membangun ketertiban masyarakat yang produktif, lembaga kemasyarakatan desa, hingga tata kerja pemerintahan desa.

Baca Juga :Polisi Sahabat Anak, Satlantas Polres Blitar Edukasi Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini

“Program ini bertujuan meningkatkan kinerja aparatur desa agar mampu menjalankan tata kelola pemerintahan desa secara profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *