Kediri, SEJAHTERA.CO – Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Kediri selama beberapa waktu menggelar program bantuan subsidi bahan pokok kepada masyarakat lewat operasi pasar dan pasar murah.
Menurut penjelasan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat diwawancara, Jumat (22/9), ia sampaikan jika HET beras naik sejak datang ke penggilingan.
Penyebab dari naiknya HET beras dari petani adalah karena produksi yang menurun.
Imam Mahdi Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Kediri menjelaskan, salah satu penyebab turunnya produksi beras adalah karena adanya alih fungsi lahan.
“Banyak faktor yang mempengaruhi, pertama jumlah lahan yang tidak sebanding dengan dulu, adanya alih fungsi lahan,” ujar Imam Mahdi, Senin (25/9).
Alih fungsi lahan ini dikarenakan pertambahan penduduk, sehingga kebutuhan lahan perumahan meningkat. Selain itu pembangunan lingkungan industri juga menjadi alasan alih fungsi lahan.
“Lalu cuaca yang tidak menentu, dulu ada panen raya yang serentak tapi sekarang hanya di beberapa tempat,” ungkap Imam.
Cuaca yang tidak menentu ini menyebabkan musim kemarau panjang, El Nino, dan menyebabkan beberapa tempat mengalami kekeringan. Selain itu perang yang terjadi di Ukraina membuat harga pupuk menjadi tinggi.
Dengan produksi yang menurun, para pelaku usaha menyerap dengan harga yang diminta petani dan menyebabkan harga tinggi karena produksinya terbatas.
Di sisi lain petani sangat diuntungkan, namun disisi lain Bulog sebagai tangan kanan pemerintah harus bisa menstabilkan harga
“Oleh karena itu Pemerintah Kota Kediri bekerja sama dengan Bulog melakukan operasi pasar dan memberikan bantuan pangan,” tandasnya. (c1)



















