Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Pjs Bupati Ponorogo, Joko Irianto mewanti-wanti agar tenaga honorer maupun peserta seleksi yang akan mengikuti pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk tidak menggunakan calo dalam proses rekrutmen.
Baca Juga :Usai Pelantikan Pimpinan Definitif, DPRD Trenggalek Mulai Bahas AKD hingga APBD 2025
Joko Irianto menyebut jika seluruh proses seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) saat ini baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun PPPK, kini dilakukan secara terbuka dan transparan.
“Penerimaan ASN, baik itu PNS atau PPPK, sekarang sudah sangat terbuka. Seleksi CAT diadakan oleh Pusat, jadi tidak ada celah untuk bermain-main. Jika ada yang menawarkan jasa calo, segera laporkan,” tegas Joko Irianto, Junat (4/10/2024).
Seperti diketahui mulai 1 Oktober 2024, Pemkab Ponorogo telah mengumumkan pendaftaran seleksi untuk formasi PPPK. Dimana ada 691 formasi yang bisa diperebutkan, mulai dari tenaga pendidik, tenaga kesehatan, hingga tenaga teknis.
Baca Juga :Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Anak, Pengasuh Salah Satu Ponpes Trenggalek Resmi Ditahan
Joko menambahkan, jika proses rekrutmen PPPK sudah memiliki aturan yang jelas. Sehingga jika ada yang bisa mempermudah untuk bisa diangkat PPPK tanpa melalui proses mekanisme yang telah ditentukan hal tersebut bisa dipastikan bohong.
“Tenaga honorer yang ingin menjadi PPPK cukup mengikuti aturan yang ada. Prosesnya sudah jelas, jadi tidak perlu calo. Ikuti semua tahapan dengan baik,” katanya.
Tak hanya bagi oknum calo saja, mantan Sekda Kabupaten Trenggalek tersebut juga memperingatkan bahwa jika ada indikasi PNS yang terlibat dalam praktik percaloan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas sesuai peraturan yang berlaku.
Baca Juga :Kandang Ternak Warga Srikaton Terbakar, Begini Kronologinya
“Jika ada PNS yang terlibat dalam praktik calo, akan kami tindak tegas sesuai ketentuan hukum, bagi peserta ikuti saja proses dan alurnya,” pungkas Joko.



















