PKB – PKS Rekom Petahana, Pilkada Trenggalek Potensi Lawan Bumbung Kosong

PKB – PKS Rekom Petahana, Pilkada Trenggalek Potensi Lawan Bumbung Kosong
Petahana saat menerima rekomendasi di DPW PKS Jatim (dok.pks)

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya menjatuhkan pilihannya ke petahana Mochamad Nur Arifin dan Syah Muhammad Natanegara di Pilkada Trenggalek 2024.

Baca Juga : Kekeringan Meluas, BPBD Kabupaten Ponorogo Catat Ratusan KK Terdampak

Ini setelah dua partai yang pada Pilkada 2019 lalu berkoalisi memberikan rekomendasi ke petahana Mas Ipin-Syah.

Read More

“Untuk rekomendasi PKB jatuh ke Mas Ipin dan Mas Syah,” kata Ketua Desk Pilkada DPC PKB Trenggalek, M Hadi.

Rekomendasi yang diberikan ke petahana itu, kata Hadi, telah melalui tahapan panjang. Mulai dari mendengar suara akar rumput hingga pertimbangan elite partai.

Selain itu, Mas Ipin juga mendaftar secara online di DPP dan Mas Syah mengambil formulir secara langsung di Kantor DPC Trenggalek.

Baca Juga :Terkait Unggahan Akun Facebook, Kadisdikbud Kabupaten Jombang Lapor ke Polda Jatim

“Mas Syah hampir semua orang tahu dulunya memang berangkat dari fraksi PKB, ia juga tercatat pengurus wakil sekretaris ke sekian di DPW. Kemudian tahun ini istrinya juga berangkat dari PKB provinsi, perolehan cukup signifikan walaupun tidak jadi. Mas Ipin juga mendaftar online ke DPP, artinya sangat logis,” imbuhnya.

Dia-pun tak menampik, dengan berlabuhnya PKB sebagai partai yang bisa mengusung calon sendiri membuat potensi melawan bumbung kosong kian nyata.

Selain PKB, partai lain seperti PKS, Hanura, Golkar, PAN dan Gerindra sudah memberikan rekomendasi. Sementara PDI-P masih dalam bentuk surat tugas.

Baca Juga :Krisis Air Bersih Meluas, BPBD Trenggalek: Landa Tujuh Kecamatan

“Soal (potensi) calon tunggal, semua sudah diatur di konstitusi. Jika tidak ada lawan independen, musuhnya bumbung kosong dan itu diatur dalam konstitusi. Harapan kami, antusiasme dan partisipasi masyarakat dalam menyukseskan Pilkada dan pemerintahan ke depan menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Senada diungkapkan Sekretaris DPD PKS Trenggalek, Diyan Arifin. Selain suara akar rumpun hingga pertimbangan elite partai, tingginya popularitas dan elektabilitas petahana menjadi salah satu pertimbangan. Sebab tidak semua partai membuka pendaftaran, beberapa diantaranya lewat penjaringan.

“Komunikasi dengan Pak Ipin baik. Kemudian dengan program disusun lima tahun ke depan, sejalan dengan program hendak diusung PKS. Ada kecocokan dan keselarasan sehingga kita memutuskan,” kata Diyan.

Baca Juga :Ferry Silviana dan Regina Deklarasi Maju Pilkada Kota Kediri

Dia tak menampik bergabungnya PKS itu akan membuka ruang petahana melawan bumbung kosong. Sebab dari 45 kursi parlemen, tinggal demokrat dengan tiga kursi yang belum menentukan sikap.

Padahal syarat pencalonan minimal 9 kursi. Sementara itu calon independen tidak memenuhi ambang batas syarat pencalonan berdasarkan verifikasi KPU. Namun konstelasi politik dapat berubah menyesuaikan dinamika regulasi pusat yang kini tengah bergulir.

Baca Juga :PWI Jatim Juga Boikot Acara Pembukaan Porwanas 2024 di Kalimantan Selatan

“Bumbung kosong adalah realita politik dan tidak masalah. Karena kembali lagi, kita tidak bisa mengusung sendiri dan sejauh ini kita berkomunikasi baik dengan petahana,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *