PMK Merebak, Kabid Keswan Disnakeswan Tulungagung Catat 80 Ternak Sapi Terjangkit

PMK Merebak, Kabid Keswan Disnakeswan Tulungagung Catat 80 Ternak Sapi Terjangkit

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Tulungagung kembali muncul dan menyerang hewan ternak sapi di wilayah kerja Puskeswan Campurdarat dan Besuki. Tercatat setidaknya ada puluhan sapi yang dilaporkan mengalami gejala PMK.

Kabid Kesehatan Hewan (Keswan), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Tulungagung, drh. Tutus Sumaryani mengatakan, pada ramadhan 2024, menerima laporan kasus PMK di wilayah kerja Puskeswan Campurdarat dan Besuki.

Pada dua puskeswan tersebut, setidaknya terdapat 80-an hewan ternak sapi yang dilaporkan kembali mengalami gejala PMK. Pihaknya melalui Tim Survailan pada masing-masing puskeswan tersebut melakukan penanganan.

Read More

“Laporan awal adanya kasus PMK atau hewan ternak yang bergejala seperti PMK itu sebenarnya pada bulan Ramadhan 2024 kemarin. Sampai saat ini, kami terus melakukan penanganan,” kata drh. Tutus Sumaryani, Jumat (19/4/2024).

Berdasarkan laporan itu, ungkap Tutus, adanya laporan munculnya kasus PMK lahi di Tulungagung terjadi di Desa Wates Kecamatan Campurdarat dengan total laporan 15 kasus. Namun beberapa minggu setelahnya, tepatnya 10 hari menjelang hari raya idul fitri, laporan kembali muncul di Desa Pelem Campurdarat.

Bahkan diketahui, sampai saat ini laporan munculnya kasus PMK lagi di Desa Pelem Kecamatan Campurdarat sudah mencapai sebanyak 24 kasus. Hal ini merupakan kasus terbanyak sejauh ini usai PMK di Kabupaten Tulungagung dinyatakan nol kasus (Zero case) dan sudah terkendali sejak tahun 2023.

“Wilayah kerja Puskeswan Campurdarat itu meliputi Kecamatan Campurdarat, Gondang, Pakel dan Boyolangu, sedangkan wilayah kerja Puskeswan Besuki itu meliputi Kecanatan Besuki dan Bandung,” ungkapnya.

Sedangkan untuk di wilayah lainnya, ungkap Tutus, temuan kasusnya tergolong minim yang mana masing-masing desa di setiap Kecamatan hanya ada temuan satu hingga lima kasus saja. Sedangkan temuan kasus paling banyak hanya di Kecamatan Campurdarat dengan total 39 kasus dari dua desa tersebut.

Menurut Tutus, minimnya temuan kasus pada wilayah lain diyakini lantaran hanya bersifat sporadis yang tidak terlalu parah menjangkiti hewan ternak pada wilayah tersebut. Hal itu dikarenakan capaian vaksinasi PMK di Tulungagung sudah mencapai 200 ribu dosis untuk seluruh hewan ternak.

“Seperti di Kecamatan Pakel, Besuki, Bandung, disana memang ada temuan kasus PMK baru, tetapi jumlahnya tidak terlalu banyak, dibanding yang ada di Kecamatan Campurdarat,” pungkasnya.

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri

Editor : Gimo Hadiwibowo

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *