Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Mimpi Ponorogo untuk masuk dalam jaringan kota kreatif dunia tinggal selangkah lagi.
Hal ini setelah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengumumkan jika Kabupaten Ponorogo dan Kota Malang akan diusung Indonesia untuk menjadi anggota Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UCCN)
Baca Juga :Empat Hari Operasi Zebra Semeru 2024, Polres Nganjuk Lakukan Patroli dan Pantauan Wilayah Rawan Laka
Kepala Disbudparpora Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edhie mengatakan, penunjukan Kabupaten Ponorogo dan Kota Malang untuk menjadi bagian kota kreatif dunia ini setelah tim Panselnas telah meneliti dossier serta melakukan visitasi ke lapangan untuk menyesuaikan berkas yang telah dikumpulkan.
“Hasilnya Kabupaten Ponorogo bersama Kota Malang dipilih untuk diajukan ke UNESCO, tentu ini jalan panjang kita untuk bisa menjadi bagian dari kota kreatif dunia,” Ungkap Judha pada wartawan, Kamis (17/10/2024).
Baca Juga :Polisi Tangkap 6 Pemuda di Jombang Diduga Terlibat Aksi Pengeroyokan
Menurutnya, bukan hanya Ponorogo saja yang menginginkan masuk ke UCCN. Tetapi ada beberapa Kabupaten Kota yang lolos 6 besar juga mempunyai keinginan yang sama, di antaranya yakni Bantul, Tangerang, Buleleng, Malang, dan Makassar. Apalagi Kabupaten Ponorogo pada 2023 lalu sempat tersingkir untuk diusulkan ke UNESCO
“Tahun 2023 kita menjadi 6 besar. Waktu itu Kabupaten Ponorogo tersisih dari Surakarta dan Depok. Dimana yang dinominasikan Indonesia dari sektor unggulan craft and folk art adalah Kota Surakarta, meskipun begitu kami tidak akan pernah putus asa apalagi menyerah,” tambahnya.
Nantinya dalam sidang yang digelar Unesco, Kabupaten Ponorogo akan mewakili kota kreatif di Indonesia melalui kategori Craft dan Folk Art. Dimana didalamnya meliputi pengembangan seni budaya, fesyen, media, kerajinan, hasil kriyanya, kuliner dan gastronominya.
“Alhamdulillah Senin 14 Oktober kami dipanggil ke Kementerian Parekraf. Mengikuti arahan pada acara Weekly Brief With Sandi Uno (WBSU) dan diumumkan untuk diusung,” urainya.
Dia menyebut, sejumlah keuntungan mampu didapatkan jika Indonesia masuk kota kreatif dunia diantaranya mempermudah kerja sama antara negara, pengenalan budaya, hingga membuka peluang peningkatan ekonomi di bidang ekonomi kreatif.
Apalagi, kesenian Reojika Indonesia masuk kota kreatif dunia diantaranya mempermudah kerja sama antara negara, pengenalan budaya, hingga membuka peluang peningkatan ekonomi di bidang ekonomi kreatif. Apalagi, kesenian Reog Ponorogo saat ini juga diusulkan sebagai warisan budaya tak benda UNESCO.
Baca Juga :Upacara Peringatan Hari Jadi ke-23 Kota Batu Berlangsung Spektakuler
“Tentu capaian capaian saat ini sangat perlu kita syukuri Indonesia mampu menjadi mengirimkan dua nominasi sekaligus yakni sebagai jaringan kota kreatif dunia serta Reyog Ponorogo yang diusulkan di ICU UNESCO dan tinggal menunggu sidang pada 2-7 Desember mendatang,” Pungkas Judha.



















