Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Kendati telah melakukan rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), kebutuhan guru di Kabupaten Ponorogo masih sangat kurang.
Hal tersebut diungkapkan kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ponorogo, Nurhadi Hanuri. Dikatakan, masalah kekurangan guru di Ponorogo belum juga teratasi.
Termasuk di antaranya ribuan guru honorer yang belum mendapatkan kejelasan status.
“Jadi memang PR kita ini bagaimana untuk mencukupi kebutuhan tenaga pendidik di Ponorogo,” ungkap Nurhadi Hanuri, Kamis (7/8/2025).
Baca Juga :Porkab 2025 Jadi Ajang Kebersamaan ASN di Jombang
Dari data dindik, saat ini jumlah guru honorer di Kabupaten Ponorogo mencapai 1.214 orang. Terdiri dari 942 guru tidak tetap (GTT) SD dan 272 GTT SMP.
Sedangkan jumlah guru yang telah menyandang status sebagai ASN sebanyak 4.860 guru. Terdiri dari 3.845 guru SD dan 1.015 guru SMP.
“Arahan Pak Bupati Sugiri Sancoko meminta agar dinas terkait terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi,” urai Nurhadi.
Nurhadi menambahkan jika Kabupaten Ponorogo idealnya memiliki minimal 6.130 orang tenaga pendidik. Pun, jika seluruh honorer yang berstatus GTT tersebut diangkat masih belum mencukupi kebutuhan ideal.
“Belum lagi yang harus pensiun. Jadi kami berkoordinasi dengan BKPSDM, Inspektorat, dan Bagian Hukum Setkab Ponorogo membahas nasib GTT dan PTT,” imbuhnya.
Baca Juga :Pelaku Usaha Kediri Minta Sosialisasi Jelas Terkait Pembayaran Royalti Musik
Sementara itu, Plt Kepala BKPSDM Ponorogo Heri Sutrisno menyebut hingga kini pihaknya belum mendapatkan informasi dan regulasi mengenai rekrutmen lanjutan baik untuk PPPK maupun CPNS.
“Sementara belum ada ketentuan yang bisa kami pedomani. Kami masih menunggu arahan dari Menpan-RB dan BKN,” Imbuh Heri.



















