Ramadan, MBG di Ponorogo Tetap Berjalan, Dandim: Diganti Takjil

Ramadan, MBG di Ponorogo Tetap Berjalan, Dandim: Diganti Takjil
Program makan bergizi gratis (MBG) di Ponorogo yang sudah berjalan beberapa waktu lalu. (dok)

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Ponorogo dipastikan tetap akan dilaksanakan meski bulan Ramadan. Hanya saja, menu bagi para siswa penerima MBG akan diganti menjadi takjil.

Takjil tersebut diberikan sebagai ganti menu makanan berat seperti hari normal, dan bisa dibawa pulang dan dikonsumsi saat waktunya berbuka puasa.

Komandan Kodim (Dandim) 0802/Ponorogo, Letkol Inf. Dwi Soerjono mengatakan, kebijakan tersebut sebagaimana petunjuk teknis yang dikeluarkan Badan Gizi Nasional (BGN) pada pelaksanaan MBG selama Ramadan 1446 Hijriah.

Read More

Baca Juga :Sebanyak 27 ODGJ Dikirim ke RSJ Lawang, Ini Keterangan Subkoordinator Kesehatan Jiwa Dinkes Tulungagung

Siswa, nantinya akan menerima menu takjil program MBG di awal masuk sekolah pada 6 Maret 2025 mendatang.

“MBG tetap berjalan, hanya saja mekanisme diubah menjadi takjil yang bisa dikonsumsi ketika sudah berbuka. Jadi bukan makan berat seperti biasanya,” ungkap Letkol Inf. Dwi Soerjono, Senin (3/3/2025).

Disinggung soal menu, Dandim 0802/Ponorogo mengatakan jika takjil yang diberikan berupa kurma, telur, buah, roti, dan susu. Sedangkan untuk siswa nonmuslim, dirinya juga menyebut tetap diberikan dan disamakan sesuai dengan siswa lainnya.

Adapun pemberian menu takjil itu akan dikoordinasikan dengan pihak sekolah, mengingat jam pulang sekolah lebih awal selama Ramadan.

Baca Juga :Catahu WCC Jombang 2024, Catat 43 Persen Korban Berstatus Pelajar dan Dominan Terjadi di Kecamatan Jombang

“Semua dapat, itu setiap hari ya. Kita juga koordinasikan dengan masing-masing sekolah jam berapa pulangnya, jadi kita tidak terlambat. Sehingga sebelum pulang takjil itu sudah ada di sekolah,” tambahnya.

Selama Ramadan ini, kata Dandim 0802/Ponorogo, dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Ponorogo, tidak ada aktivitas memasak. Sebab, jika siswa diberikan menu makanan berat atau nasi seperti biasanya, dikhawatirkan basi ketika dibawa pulang.

“Kalau masak, terus masakannya dimakan saat buka puasa kan bau, sudah nggak enak lagi,” jelasnya.

Menurut Dandim, saat siswa libur sekolah di awal ramadhan, program MBG di Ponorogo juga libur alias tidak ada pelayanan. Pelayanan MBG berlanjut jika siswa masuk sekolah.

Baca Juga :Tikam Teman Pakai Potongan Besi, Pemuda Desa Gampingan Malang Diamankan, Ini Penyebabnya

“Ya kita menyesuaikan dengan jadwal kurikulum, kalau libur otomatis kita libur pun juga sebaliknya,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *