Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Ratusan sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ponorogo diketahui tidak memiliki kepala sekolah. Kekosongan tersebut meliputi jejang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Dari data Dindik Kabupaten Ponorogo jumlah sekolah tanpa kepsek tersebut sebanyak 115 sekolah, yang terdiri dari 96 SD dan 9 SMP yang tersebar hampir di seluruh kecamatan di Bumi Reyog.
“Saat ini diisi oleh pelaksana tugas (plt) itu pun merangkap kepala sekolah lainnya,” ungkap Nurhadi Hanuri, Kepala Dindik Kabupaten Ponorogo.
Baca Juga :Kasus Dugaan Korupsi Dam Kalibentak, Mantan Bupati Blitar, Rini Syarifah Diperiksa Jaksa
Banyaknya kepsek yang kosong tersebut dikarenakan memasuki masa purna tugas pada 1 April lalu. Nurhadi juga menyebut jika jumlah tersebut semakin bertambah seiring dengan kepsek yang juga akan memasuki pensiun.
“Kendalanya, tidak banyak tenaga pendidik yang bersedia merangkap sebagai kepsek,” ujarnya.
Dirinya juga mengakui banyaknya sekolah yang tidak memiliki kepsek berdampak pada turunnya kualitas pendidikan. Bukan tanpa sebab, kepsek memang dituntut untuk mampu memanajemen sekolah yang ia pimpin.
“Mereka (kepsek, Red) adalah penjamin layanan pendidikan, apalagi banyak yang menjadi plt sekolah lain sehingga harus membagi waktu dan pikiran,” tegasnya.
Baca Juga :Sah! Wisuda dan Study Tour PAUD hingga SMP di Nganjuk Resmi Dilarang, Ini Alasannya!
Sebenarnya Dindik Ponorogo berupaya melakukan pengisian melalui seleksi pengisian jabatan yang dibuka beberapa waktu lalu. Tenaga pendidik yang memenuhi syarat sebagai calon kepsek diwajibkan mendaftar.
Selanjutnya, menjalani seleksi sebagaimana diisyaratkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Memang jumlah yang mendaftar tidak sebanding dengan jumlah yang kosong. Tapi kami sudah usulkan ke Pemkab untuk bisa segera dilantik,” pungkas Nurhadi.



















