Ratusan Warga Kota Blitar Berburu Rezeki di Luar Negeri, Mayoritas Negara Asia

Ratusan Warga Kota Blitar Berburu Rezeki di Luar Negeri, Mayoritas Negara Asia
Juyanto, Kepala Dinas Koperasi, UM dan Tenaga Kerja, Kota Blitar.

Blitar, SEJAHTERA.CO – Jumlah warga Kota Blitar yang memutuskan mengais rezeki di negeri orang ternyata masih tinggi. Taiwan menjadi negara yang paling banyak diburu dan dijadikan sandaran hidup.

Hal itu diketahui berdasar data atau jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kota Blitar yang berangkat pada 2025 ini.

Mulai Januari 2025 hingga Juni 2025 atau tujuh bulan, puluhan warga Kota Blitar sudah berangkat menuju tempat perantauan.

Read More

“Setiap tahun memang ada warga Kota Blitar yang menjadi pekerja migran Indonesia. Kami akan terus lakukan pembinaan dan pendampingan. Pemberangkatan kami harapkan melalui jalur prosedur,” kata Juyanto, Kepala Dinas Koperasi, UM dan Tenaga Kerja, Kota Blitar, Selasa (15/7/2025).

Baca Juga :Gudang Kayu di Pesantren Kota Kediri Terbakar, Polisi belum Temukan Penyebabnya

Dia mengatakan berdasarkan data, Januari hingga Juni ini jumlah PMI yang berangkat ke luar negeri sebanyak 113 orang. Mereka berasal dari sejumlah kelurahan di Kota Blitar.

Sementara negara tujuan paling banyak adalah negara Asia. Di antaranya Hongkong, Taiwan, Malaysia dan negara-negara di Kawasan Asia.

Contohnya negara Taiwan sebanyak 55 PMI disusul kemudian negara tujuan Hongkong sebanyak 45 PMI. Sebelum pemberangkatan, mendapatkan pendampingan dengan harapan agar cepat adaptasi di tempat negara tujuan.

Juyanto menambahkan, untuk sektor yang paling banyak menjadi sandaran hidup selama di luar negeri berbagai jenis. Namun, mayoritas atau paling banyak adalah di sektor atau bidang rumah tangga.

Baca Juga :Belum Capai Target Lima Besar di Porprov Jatim 2025, KONI Kediri Siapkan Evaluasi dan Pembinaan Jangka Panjang

Di antaranya asisten rumah tangga, pekerja sektor formal seperti pekerja pabrik. Termasuk di antaranya ada pula di sektor pertanian. Sementara mayoritas latar belakang pendidikan sebelum berangkat adalah SMA sederajat.

Saat ini, lanjutnya, sebelum pemberangkatan, dinas bersama perusahaan tempat pendaftaran aktif memberikan pendampingan.

Selain itu juga mendapatkan pelatihan, perlindungan hukum, hingga penempatan aman yang telah terverifikasi instansi yang berwenang.

Baca Juga :Napiter Margono Bebas Bersyarat dari Lapas Tulungagung Usai Ikrar Setia NKRI

“Utamanya perlindungan, ini yang menjadi atensi,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *