Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Sebanyak 4.036 personel gabungan diterjunkan dalam pengamanan pelaksanaan Pilkada 2024. Ribuan personel gabungan itu diterjunkan untuk memastikan pelaksanaan Pilkada 2024 berjalan dengan aman dan lancar.
“Untuk komposisinya personel yang dilibatkan adalah 4.036 personel. Terdiri dari 217 personel dari TNI, 558 personel Polri, 90 personel Satpol PP dan 3.281 personel Linmas,” kata Kapolres Trenggalek, AKBP Indra Ranu Dikarta dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Forkopimda, Forkopimcam dan Kepala Desa/Kelurahan menjelang Pilkada serentak 2024 di Pendopo Trenggalek.
Ribuan personel itu bakal terbagi dalam beberapa ring. Ring 1 di dalam area TPS hanya ada petugas Linmas selain petugas TPS dan saksi. Sementara jajaran TNI-Polri berada di ring dua beserta petugas Linmas.
Baca Juga :Bunda Fey Terima Curhatan Warga Kelurahan Bangsal Soal Banjir ketika Musim Hujan
Petugas ini hanya dapat masuk ke dalam ring 1 atas permintaan panitia. Sedangkan ring 3 adalah patroli Dalmas Rayon Polsek jajaran.
“Untuk ring 4 adalah Power on Hand Kapolres, tim pemukul yang hanya bisa digerakkan oleh Kapolres. Menyesuaikan situasi dan kondisi,” imbuhnya.
Sementara, terkait dengan tingkat kerawanan saat pungut suara lanjut Indra, secara umum berkaitan dengan kondisi cuaca dan jarak tempuh dari TPS ke PPK.
Baca Juga :Debat Terakhir Pilbup Kediri 2024, KPU Kabupaten Kediri: Diharap Menjadi Acuan Warga
Sedangkan kerawanan lain yang perlu mendapat atensi diantaranya adalah minimnya partisipasi masyarakat dan politik uang.
Selain itu, kerawanan lainnya berupa masyarakat yang tidak menerima hasil rekapitulasi, ketidaknetralan penyelenggara serta adanya orang atau kelompok masyarakat yang menghalang-halangi seseorang untuk menggunakan hak pilihnya.
Indra menyebut telah melakukan berbagai langkah untuk menanggulangi potensi-potensi itu.
Termasuk upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dengan memberikan hadiah kepada pemilih yang beruntung. Langkah itu mendorong realisasi partisipasi pemilih yang ditargetkan KPU 75 persen dari rata-rata 68,08 persen.
“Untuk mencapai itu, harapan saya, harus bisa berkomunikasi, koordinasi dan kolaborasi. Forkopimda berperan aktif untuk mendorong masyarakat agar datang ke TPS untuk menyalurkan hak pilihnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, pihaknya mengajak seluruh lapisan termasuk dukungan dari masyarakat untuk sama-sama menciptakan situasi Kamtibmas kondusif hingga pelaksanaan Pilkada rampung. Untuk mewujudkan itu diperlukan kolaborasi semua pihak.
Baca Juga :SMK 2 PGRI Ponorogo dan Kantor Cabdindik Jawa Timur Digeledah Kejaksaan, Ternyata Ini yang Dicari
“Kami tentunya tidak bisa bekerja sendiri. Sinergisitas, kerja sama dan kolaborasi sangat diperlukan agar Pilkada serentak 2024 dapat berjalan aman, lancar dan damai,” pungkasnya.



















