Jombang, SEJAHTERA.CO – Di antara semen kerikil, langkah-langkah kecil itu tak pernah ragu. Anak-anak SDN Kromong, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, tetap berjalan menuju sekolah meski harus bertelanjang kaki dan menenteng sepatu.
Jalan desa yang dulu jadi mimpi buruk kini perlahan berubah menjadi lorong harapan, berkat sentuhan tangan tentara dalam program TMMD ke-125.
Setiap pagi sebelumnya, puluhan siswa harus menempuh medan berbatu tak jarang juga berlumpur demi bisa duduk di bangku sekolah.
Mereka menenteng sepatu sambil bertelanjang kaki menyusuri jalan desa yang masih dalam tahap perbaikan.
Baca Juga :Peternak Ayam Petelur di Kediri ini Sukses Kembangkan Budi Daya Ikan Nila
“Saya tidak takut kotor, yang penting bisa sekolah,” ucap Aulia (10), salah satu siswi SDN Kromong dengan polos, Kamis (31/7/2025)
Harapan mulai tumbuh sejak proyek TMMD masuk ke desa mereka. Rizal (11), siswa kelas 5, mengaku senang karena tak lagi takut pergi ke sekolah seorang diri.
“Kalau jalannya sudah bagus, nanti aku bisa berangkat sendiri,” tambahnya sambil menenteng sepatu kecilnya.
Seiring kabut pagi yang mulai menipis, jalan berlubang itu tak lagi sekadar tanah yang dilalui — tetapi mulai berubah menjadi hamparan harapan.
Jalan itu menjadi kanvas mimpi, tempat anak-anak Desa Kromong menapakkan langkah menuju masa depan yang lebih cerah.
Baca Juga :Mayat Membusuk Ditemukan Dalam Sumur Rumah Kosong di Jombang
Kepala SDN Kromong, Parmi, mengungkapkan bahwa sebelum TMMD dimulai pada 23 Juli lalu, jalan tersebut sangat membahayakan, terutama saat musim hujan. Lumpur dan licinnya jalan kerap membuat guru dan siswa terjatuh.
“Hampir semua guru dan murid pernah terjatuh. Kegiatan belajar sering terganggu karena akses yang sulit dilalui,” tuturnya.
Kini, pihak sekolah mulai menyusun rencana agar anak-anak tidak hanya menikmati hasil pembangunan, tetapi juga belajar merawatnya.
“Kami ingin tanamkan nilai kehidupan, rasa memiliki, dan tanggung jawab sejak dini. Jalan ini bukan sekadar infrastruktur, tapi bagian dari cerita hidup mereka,” ujarnya.
Baca Juga :Polres Malang Ungkap Ladang Ganja di Belakang Kandang Ayam, Pelaku Diamankan
Sementara itu, Dandim 0814/Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo, menegaskan bahwa proyek TMMD bukan hanya soal bangunan fisik. Lebih dari itu, ini adalah bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah, dan rakyat.
“Jalan ini mungkin tampak sederhana, tapi bisa mengubah masa depan anak-anak di sini,” pungkasnya.



















