Batu, SEJAHTERA.CO – Tim Sapu Bersih Sampah Nyemplung Kali (Sabers Pungli) Kota Batu mengeklaim bahwa di Kota Batu terdapat sedikitnya 273 sumber mata air.
Hal ini didata melalui kegiatan identifikasi ulang yang dilakukan ekspedisi mata air yang dilakukan sejak setahun terakhir ini. Bahkan ekspedisi ini juga telah dipantau kondisinya, dipotret, dan didata titik koordinatnya.
Aktivis Sabers Pungli Kota Batu, Doddy Eko Wahyudi mengatakan, identifikasi sumber mata air di Kota Batu telah didata sebanyak 273 dan hanya ada dua desa saja yang belum terdata yakni, di Desa Pesanggrahan dan Desa Oro-oro Ombo.
“Sejauh ini banyak yang mengeklaim jika jumlah mata air di Kota Batu bervariasi, namun itu sesuai dengan data yang ada atau tidak, karena kita sebagai aktivis Sabers Pungli Kota Batu selalu menyampaikan sesuai data dan fakta di lapangan, bahkan kita berikan titik koordinatnya,” tegasnya, Kamis (7/8/2025).
Baca Juga :Kecelakaan Beruntun di Simpang Empat Tunggorono Jombang, Pengendara Motor Luka
Di samping itu, Sabers Pungli Kota Batu juga tengah memusatkan perhatian terhadap upaya penanganan sampah, pasca-tempat pembuangan akhir (TPA) Tlekung Kota Batu yang ditutup akibat operasionalnya ditolak oleh warga setempat.
“Itu menjadi indikator kami bahwa, kalau sampah di hulu tertangani dengan baik, maka harapannya sampah tidak sampai masuk ke sungai-sungai dan sumber mata air,” ucapnya.
Doddy Eko Wahyudi mengungkapkan, pihaknya saat ini pun sedang menunggu itikad baik dari Pemerintah Kota Batu menindaklanjuti data resmi hasil identidikasi ulang terhadap 273 sumber mata air yang sebelumnya juga sudah dilaporkan.
Menurutnya, apabila berbicara masalah air, kewenangannya tidak hanya pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), namun ranahnya juga meliputi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu.
“Apa yang sudah kami suratkan itu, kalau hasilnya positif, ya kami ajak juga sekalian. Yuk! Ini masih ada dua desa,” ujarnya.
“Mari kita datangi, kita identifikasi ulang dengan cara yang mungkin lebih profesional. Kami sebagai komunitas dan masyarakat akan ikut mendampingi melakukan itu,” sambungnya.
Baca Juga :Kades di Jombang Dipolisikan atas Dugaan Pelecehan Seksual, Begini Kata Penasihat Hukum Terlapor
“Kalau memang pemerintah kota batu tidak ada gregetnya sama sekali, ya tidak apa-apa. Kami akan tetap lanjutkan pendataan sumber mata air di dua desa ini,” ungkapnya.



















