Lamongan, SEJAHTERA.CO – Suasana duka menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Al Futuh di Dusun Sekargeneng, Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, setelah salah seorang santrinya, MRR, meninggal dunia akibat sengatan listrik. Santri berusia 15 tahun tersebut tewas saat hendak mengambil air wudhu di musala pondok, Kamis (24/4/2025) sekitar pukul 09.30 WIB.
Baca Juga :Korupsi Rp 784 Juta, Kades Kradinan Tulungagung Mengaku Gunakan Uang untuk Bayar Hutang Pilkades
Kapolsek Tikung, AKP Anang Purwowidodo membenarkan kejadian nahas ini. “Kami telah menerima laporan dan segera mendatangi TKP untuk melakukan olah TKP, mencatat keterangan saksi-saksi, serta melakukan Visum terhadap korban bersama tim kesehatan dari Puskesmas Tikung,” jelas AKP Anang, didampingi Kanit Reskrim Polsek Tikung, Ipda Andi Nur Cahyono.
Kronologis kejadian, AKP Anang menjelaskan, sebelum kejadian, MRR yang merupakan santri kelas 8 Ponpes Al Futuh, hendak mengambil air wudhu untuk melaksanakan Sholat Dhuha. Saat itu, korban yang mengenakan seragam batik hijau dan celana putih, memegang besi pembatas area wudhu dengan tangan kanannya.
“Saat kejadian, seorang saksi bernama Satriyo Arya Budiono melihat korban tiba-tiba tersengat aliran listrik hingga mengalami kejang-kejang,” tutur AKP Anang.
Baca Juga :Tersangka Korupsi Dam Kalibentak Kabupaten Blitar Tambah Tiga, Jaksa Juga Sita 28 Motor
Melihat kejadian tersebut, saksi Satriyo dengan cepat mencabut stop kontak yang menjadi sumber aliran listrik pada mixer pengeras suara di sekitar area wudhu. “Setelah aliran listrik terputus, saksi melihat korban terjatuh ke dalam kubangan air wudhu, “ lanjutnya.
Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan, dan tak lama kemudian para ustad datang untuk membantu korban. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Kalikapas Lamongan.
“Sayangnya, setelah dilakukan pemeriksaan di Unit Gawat Darurat (UGD), dokter menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia. Hasil pemeriksaan tim medis, korban mengalami luka melepuh di 3 jari tanggan kanan,” ungkapnya.
Baca Juga :Selama 28 Hari, Pelaksanaan Pasar Takjil Savana Tulungagung Hasilkan Omzet Rp1,1 Miliar
Atas kejadian tersebut, lanjut AKP Anang , pihaknya saat ini tengah masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebocoran arus listrik yang merenggut nyawa santri tersebut.
“Berdasarkan keterangan dari keluarga korban almarhum adalah masih pelajar Ponpes AL Futuh. Dan almarhum tidak memiliki riwayat sakit,” pungkasnya.



















