Kediri, SEJAHTERA.CO – Jelang panen tembakau, Tim Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri memantau tanaman tembakau di wilayah Kabupaten Kediri.
Baca Juga :Perkumpulan Penyandang Bertekad Wujudkan Disabilitas Mandiri dan Berdaya
Lahan tanaman tembakau di Kabupaten Kediri yang dipantau itu berada di wilayah Kecamatan Tarokan, Purwoasri, Grogol, Banyakan, Semen, dan Kecamatan Gampengrejo.
Luas lahan tembakau di Kabupaten Kediri ada 1000 hektare. Dalam satu hektare lahan tembakau bisa menghasilkan produksi mencapai 1,4 ton untuk tembakau kering atau tembakau rajang kering.
Untuk harga tembakau harganya Rp 45.000 hingga Rp 50.000 per kilogram, dan harga great bagus. Fase masa panen saat ini di akhir bulan September dan awal Oktober yang ditanam sejak bulan Mei-Juni 2024.
Baca Juga :Dewan Apresiasi Pelaksanaan Parade Cikar 2024
Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Anang Widodo melalui Tri Hadi Mulyono, Sub Koordinator Perbenihan dan Tanaman Perkebunan Dispertabun Kabupaten Kediri menjelaskan, sejauh ini tanaman tembakau yang cocok di Kabupaten Kediri adalah jenis Virginia.
“Adapun kami lakukan pemantauan langsung ke lokasi tembakau jelang panen, untuk mengetahui kondisi kekinian tembakau dan tidak ada hama,” ujarnya, Minggu (8/9/2024).
Baca Juga :Penetapan AKD Diparipurnakan Pekan Depan, Ini Kata Wakil Ketua Sementara DPRD Tulungagung
Ditambahkan Tri Hadi, selama ini petani tembakau Kabupaten Kediri bermitra dengan PT. Sadana Arif Nusa Ponorogo. Untuk pasar tembakau utamanya harga sudah kontrak harga dengan PT. Sadana Arif Nusa Ponorogo untuk penentuan great harga tembakau.
“Untuk menjaga agar tembakau bertumbuh baik dan tidak terserang hama, petani tembakau Kediri bersinergi dengan lembaga pemangku tembakau dari Karangploso Malang,” jelasnya.



















