Blitar, SEJAHTERA.CO – Jumlah calon jamaah haji atau CJH asal Kabupaten Blitar yang batal berangkat ke Tanah Suci ada 11 orang. Penyebabnya diketahui karena terkendala kondisi kesehatan yang kurang memungkinkan.
Hal itu diungkapkan Koordinator Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Endro Pramono. Dia mengakui, dari ratusan CJH asal Bumi Penataran, sebutan Kabupaten Blitar ada 11 yang dipastikan menunda keberangkatan.
Pemicunya karena faktor kesehatan dan mayoritas adalah lanjut usia atau lansia. “Beberapa di antaranya karena mengidap jantung,” katanya, Minggu (16/3/2025).
Baca Juga :Disperindag Tulungagung Temukan Minyakita Dijual Melebihi HET
Dia mengatakan, jumlah CJH asal Kabupaten Blitar sebanyak 800. Sementara yang sudah menjalani pemeriksaan Kesehatan menyeluruh atau total sebanyak 740.
Sebanyak 740 yang menjalani pemeriksaan itu statusnya istithaah atau dinilai mampu dari segi fisik hingga mental. Dari total 740 itu sebanyak 280 dinyatakan istithaah murni, sementara sebanyak 449 memenuhi syarat tetapi harus ada pendampingan.
Baik pendampingan dari tim medis atau orang dekat hingga obat. “Sementara ada 11 CJH yang tidak memenuhi istithaah,” katanya.
Dia memprediksi jumlah CJH yang tak bisa berangkat pada musim haji pada tahun bisa jadi bakal bertambah. Karena saat ini masih ada puluhan CJH yang dijadwalkan menjalani pemeriksaan Kesehatan.
Baca Juga :Batas Terakhir Pembayaran Bipih Tahap Pertama, Puluhan CJH Kabupaten Ponorogo Masih Menunggak
Untuk pemeriksaan Kesehatan bisa melalui di fasilitas Kesehatan masyarakat. Mulai puskesmas hingga rumah sakit.
Untuk pemeriksaan awal bisa di puskesmas, tetapi lanjutan diwajibkan ke rumah sakit pelat merah milik Pemkab Blitar. Yakni RSUD Srengat dan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.
Pihaknya berharap bagi CJH yang lolos Kesehatan, diminta untuk tetap menjaga kebugaran badan atau tubuhnya. Dengan begitu, bisa melanjutkan untuk melakukan pembayaran biaya ibadah haji atau BPIH.



















