Sebaran DBD di Tulungagung Merata, Dinkes Catat Dua Kecamatan Jadi Temuan Kasus Terbanyak

Sebaran DBD di Tulungagung Merata, Dinkes Catat Dua Kecamatan Jadi Temuan Kasus Terbanyak
Proses penanganan DBD pada salah satu desa di Tulungagung yang dilakukan fogging untuk membunuh nyamuk dewasa (isal/sejahtera.co)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Penyebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tulungagung rupanya hampir merata dengan tersebar di 19 Kecamatan. Namun, terdapat dua kecamatan di Tulungagung yang menjadi lokasi penyebaran DBD terbanyak.

Baca Juga :Diduga Lakukan Pungli Terkait PTSL, Kasun di Ponorogo Digeruduk Warga

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Desi Lusiana Wardani mengatakan, penyebaran kasus DBD di Tulungagung cukup merata. Dari 19 Kecamatan yang ada di Tulungagung, semuanya terdapat adanya temuan kasus DBD.

Read More

Pada tahun 2024 kemarin, temuan kasus DBD di Tulungagung melonjak drastis dibandingkan pada tahun 2023 lalu, dimana pada tahun 2024 ada 1.440 kasus dengan 15 kasus kematian. Sedangkan di tahun 2023 lalu, jumlah akumulasi temuan kasus DBD di Tulungagung hanya 206 kasus dan tiga kasus kematian saja.

Baca Juga :Meski HET Baru Belum Resmi Berlaku, Ada Lho Pangkalan Yang Menaikkan Rp 16.500, Hati-hati Terciduk Petugas

“Tahun 2024 temuan kasus DBD di Tulungagung melonjak drastis dibanding tahun 2023. Kalau kita berbicara terkait sebaran, ini sebenarnya sudah tersebar di 19 Kecamatan,” kata Desi Lusiana Wardani, Selasa (14/1/2025).

Sebaran DBD terbanyak berada di dua kecamatan yakni Kecamatan Boyolangu dengan total temuan 170 kasus dan Kecamatan Kedungwaru dengan 119 kasus. Lalu disusul Kecamatan Campurdarat 92 kasus, Bandung 91 kasus, Besuki 82 kasus, Ngunut 71 kasus, Rejotangan 65 kasus.

Baca Juga :Dinkes Kota Batu Buat Langkah Antisipatif Cegah Penyebaran HMPV

Kemudian ada Kecamatan Sumbergempol 65 kasus, Tulungagung Kota 62 kasus, Pakel 58 kasus, Gondang 54 kasus, Kauman 42 kasus. Lalu, Kecamatan Kalidawir 41 kasus, Ngantru 40 kasus, Tanggunggunung 39 kasus, Karangrejo 26 kasus, Pucanglaban 21 kasus, Sendang 18 kasus dan Pagerwojo 11 kasus.

“Kalau kita lihat data ini, artinya tidak hanya kawasan perkotaan saja yang banyak temuan kasus DBD, melainkan di wilayah pinggiran juga banyak temuan,” ungkapnya.

Merespon hal ini, jelas Desi, pihaknya rutin memberikan sosialisasi kepada masyarakat terhadap pentingnya pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Pihaknya juga sudah menginstruksikan setiap puskesmas di masing-masing kecamatan untuk mengedukasi masyarakat terkait PSN ini.

Baca Juga :Angka Dispensasi Nikah Dini di Kabupaten Kediri Tahun 2024 Menurun

Mengingat, PSN ini terbukti ampuh untuk membunuh jentik-jentik nyamuk, sedangkan untuk nyamuk dewasanya diberantas dengan melakukan fogging. Dikarenakan diprediksi kasus DBD masih akan melonjak di tahun 2025, pihaknya menghimbau agar masyarakat menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

“Kita selalu galakkan PSN untuk pencegahan perkembangbiakan nyamuk, juga fogging untuk membunuh nyamuk dewasanya. Masyarakat juga kami himbau agar rutin menjaga kebersihan rumah dan lingkungannya,” pangkasnya

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *