Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Sebanyak 565 jemaah calon haji (JCH) asal Ponorogo dipastikan tetap berangkat ke Tanah Suci sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Iran dan Israel, tidak memengaruhi rencana pemberangkatan.
Baca juga:BPBD Catat 137 Bencana di Ponorogo Sejak Januari 2026, Longsor Dominasi
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Ponorogo, Marjuni, mengungkapkan seluruh persiapan keberangkatan telah mencapai sekitar 90 persen.
“InsyaAllah persiapan sudah mencapai 90 persen, tinggal menunggu proses pemberangkatan. JCH Ponorogo terbagi dalam dua kloter, yaitu 19 dan 20,” ujarnya, di Ponorogo, Selasa (7/4/2026).
Baca juga:Kasus Sugiri Sancoko Masuk Tahap Sidang, PN Ponorogo Belum Terima Berkas
Dari total tersebut, sekitar 20 persen jemaah masuk kategori risiko tinggi (risti) karena faktor usia maupun kondisi kesehatan. Meski demikian, seluruh dokumen keberangkatan telah siap dan segera didistribusikan kepada para jemaah.
Marjuni menjelaskan, kloter 19 sepenuhnya diisi jemaah asal Ponorogo dengan jumlah 380 orang termasuk petugas. Sementara sisanya tergabung dalam kloter 20 bersama jemaah dari daerah lain.
“Untuk kloter 19 seluruhnya dari Ponorogo, total 380 jemaah termasuk petugas. Sedangkan sisanya bergabung dengan daerah lain di kloter 20,” jelasnya.
Sesuai jadwal, kloter SUB 19 akan diberangkatkan pada 26 April pukul 01.00 WIB dini hari dan dijadwalkan tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pukul 06.00 WIB. Sementara kloter SUB 20 berangkat pada hari yang sama pukul 07.30 WIB dengan jadwal masuk asrama pukul 12.00 WIB.
“Dengan jeda waktu yang cukup panjang, jika diberangkatkan bersamaan dikhawatirkan jemaah kurang nyaman. Karena itu kloter 20 lebih baik beristirahat dulu di rumah sebelum berangkat,” tegasnya.
Para jemaah yang berangkat tahun ini tercatat telah mendaftar sejak 2012, sehingga rata-rata menunggu sekitar 14 tahun untuk menunaikan ibadah haji.
Marjuni memastikan tidak ada jemaah yang mengundurkan diri akibat situasi di Timur Tengah.
Baca juga:Selama Libur Lebaran, Telaga Ngebel Ponorogo Sukses Datangkan PAD Ratusan Juta Rupiah
“Terkait konflik di Timur Tengah, tidak ada jemaah yang mundur. Memang ada yang menanyakan situasinya, tetapi tidak sampai membatalkan keberangkatan,” pungkasnya.


















