Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Selain bencana banjir di 9 desa dari 3 kecamatan di Kabupaten Trenggalek, hujan lebat yang terjadi sejak Minggu (15/12/2024) malam hingga Senin (16/12/2024) mengakibatkan bencana longsor dan tanah gerak di sejumlah wilayah Bumi Menak Sopal sebutan lain Kabupaten Trenggalek. Akibatnya sebanyak 23 warga terpaksa mengungsi.
Baca Juga :Setahun, RSUD Ngudi Waluyo Blitar Tangani Ribuan ODGJ
Merujuk laporan BPBD Trenggalek, bencana longsor terjadi di 9 titik dari 9 desa. Meliputi dua titik di Desa Pucanganak dan Desa Nglinggis di Kecamatan Tugu, tiga desa meliputi Gamping, Ngrandu, Nglebo di Kecamatan Suruh, Desa Ngadimulyo di Kecamatan Kampak, Desa Kayen Kecamatan Karangan dan Desa Pakel di Kecamatan Watulimo.
“Untuk Desa Nglinggis Kecamatan Tugu titiknya ada di KM 17 Jalan Nasional Trenggalek – Ponorogo. Longsor itu menutup sebagian akses jalan,” kata Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Admono.
Baca Juga :Pendopo Agung Ponorogo jadi Pengungsian Banjir, Sugiri Sancoko: Kami Cukupi Kebutuhan Dasar
Sementara untuk longsor di Desa Pucanganak, longsor menimpa sebuah rumah warga hingga menjebol tembok rumah di RT 18/RW 08 Dusun Sumbermadu. Di dusun yang sama, tepatnya di RT 17/RW 07, longsor menutup total akses 9 rumah warga. “Akses jalan menuju 9 rumah warga itu tertutup longsor,” imbuhnya.
Sementara di Dusun Gandu Desa Gamping tepatnya di RT 05/RW 01, tanah longsor mengakibatkan tiang listrik dan pohon petai setinggi 15 meter dan diameter 50 centimeter ambruk. Kondisi itu membuat atap rumah dan tembok rumah seorang warga rusak.
Baca Juga :Tanggulangi Banjir di Ponorogo, BNPB Bakal Memodifikasi Cuaca
“Peristiwa itu menimpa rumah Bapak Marsugi, dapur ambrol dan atap rumah rusak,” ujarnya.
Titik longsor lainnya, lanjut Triadi, ada di Dusun Kedung Gamping Desa Ngadimulyo. Tanah longsor disertai bebatuan jatuh ke Jalan Raya Kampak-Munjungan sehingga ada pengendara yang menabrak bebatuan itu dan mengakibatkan luka patah tulang paha.
“Kemudian di RT 18/RW 04 Dusun Depok Desa Ngrandu ada tanah longsor menutup jalan desa dan di Dusun Tumpak Pelang Desa Kayen di RT 09/RW 03 badan jalan sepanjang 25 meter dan sebuah musala longsor. Selain itu longsor juga merusak rumah warga di RT 01/RW 04 Dusun Ketah Desa Pakel,” jelasnya.
Baca Juga :Pelaku Tabrak Lari Pejalan Kaki Menyerahkan Diri, Korban Sempat Terseret Beberapa Meter
Selain longsor, tanah gerak juga terjadi di RT 18/RW 04 Dusun Depok Desa Ngrandu. Tanah gerak itu mengakibatkan 11 rumah dan sebuah musala terdampak hingga mengakibatkan sebanyak 9 kepala keluarga dari 8 rumah mengungsi.
“Ada 23 jiwa dari 9 kepala keluarga itu yang mengungsi ke tempat yang lebih aman,” kata dia.
Triadi menyebut, petugas gabungan telah meninjau lokasi bencana untuk melakukan penanggulangan. Dari beberapa lokasi itu, beberapa diantaranya membutuhkan evakuasi alat berat.
Baca Juga :Patroli Gabungan, Tim Polres Jombang Amankan Ratusan Minol dan Tujuh Remaja Pesta Miras
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana susulan seiring curah hujan yang kerap mengguyur.
“Selalu berhati-hati dan waspada,” pungkasnya.



















