Kediri, SEJAHTERA.CO – Kinerja APBN di wilayah Kediri Raya pada pertengahan tahun 2025 menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Hal ini disampaikan Kepala KPPN Kediri, Moch. Izma Nur Choironi, dalam konferensi pers bersama jajaran instansi Kementerian Keuangan.
“Secara umum kinerja APBN Kediri Raya mengalami kenaikan secara signifikan,” ungkap Izma, Rabu (30/7/2025).
Penerimaan negara dari sektor perpajakan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencatatkan ekspansi positif.
Hingga 30 Juni 2025, total penerimaan mencapai Rp11,64 triliun, terdiri dari perpajakan sebesar Rp11,40 triliun dan PNBP sebesar Rp244,3 miliar.
Baca Juga :Kapolres Blitar: Penggunaan Sound System Boleh, Tapi Sesuai Aturan
Secara spesifik, KPP Pratama Kediri telah membukukan penerimaan Rp127,65 miliar atau 35,02 persen dari target 2025, sementara KPP Pratama Pare sebesar Rp316,65 miliar dan KPP Pratama Tulungagung Rp265,46 miliar.
Penerimaan terbesar masih berasal dari Cukai sebesar Rp10.808,84 miliar dan Bea Masuk membukukan sebesar Rp1,701 miliar.
Dari sisi belanja, realisasi APBN Kediri Raya telah mencapai 74,6 persen dari pagu, lebih tinggi dibandingkan capaian nasional yang baru mencapai 38,8 persen.
Total belanja tercatat Rp8,94 triliun, termasuk di dalamnya belanja pegawai, barang, modal, dan bantuan sosial.
Untuk sisi belanja transfer ke daerah, juga tercatat pertumbuhan positif, terutama pada Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp2,16 triliun dan Dana Desa sebesar Rp557,45 miliar.
Baca Juga :Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Bersih dan Transparan, Pemkot Batu Konsolidasi ke KPK
Selain itu, program penyaluran kredit program seperti KUR dan UMi masih terus tumbuh. Jumlah debitur tercatat sebanyak 8.291 orang, dengan total nilai penyaluran mencapai Rp35,44 miliar.
Kinerja positif ini menunjukkan bahwa APBN di wilayah Kediri Raya terus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang masih berlanjut di tahun 2025.



















