Batu, SEJAHTERA.CO – Pemerintah Kota Batu menggelar Tasyakuran dan Doa Bersama dalam rangka memperingati seperempat abad penandatanganan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Batu di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani Kota Batu.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pendiri Kota Batu sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam melanjutkan pembangunan daerah.
Acara dihadiri Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Heli Suyanto, unsur Forkopimda, Kelompok Kerja (Pokja) Peningkatan Status Kota Batu, Wali Kota Batu periode 2017–2022 Dewanti Rumpoko.
Selain itu, kepala perangkat daerah, camat, kepala desa dan lurah, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan dan tokoh lintas agama.
Dalam sambutannya, Wali Kota Nurochman menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh dan anggota Pokja yang telah memperjuangkan lahirnya Kota Batu sebagai daerah otonom.
Baca Juga :Polres Batu Naikkan Kasus Dugaan Pengeroyokan Melibatkan Wakil Ketua KONI ke Tahap Penyidikan
Menurutnya, perjalanan 25 tahun Kota Batu merupakan hasil kerja keras, doa, dan pengorbanan banyak pihak yang harus terus dijaga dan dilanjutkan.
“Terima kasih kepada seluruh Pokja dan para pendiri Kota Batu yang telah meletakkan fondasi bagi kemajuan daerah ini,” ujar Nurochman, Rabu (24/6/2026)
“Kami mohon izin untuk melanjutkan roda pemerintahan dan meneruskan perjuangan yang telah dirintis demi mewujudkan Kota Batu yang semakin maju dan sejahtera,” sambungnya.
Pada kesempatan tersebut, anggota Pokja Peningkatan Status Kota Batu, Dr. Slamet Hendro Kusumo, turut mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.
Menurutnya, arah pembangunan Kota Batu harus tetap berpijak pada keberlanjutan serta menjaga kawasan pertanian dan daerah resapan air sebagai identitas kota.
Baca Juga :Selama Libur Sekolah, Siswa di Kabupaten Kediri Tak Terima MBG
Rangkaian kegiatan diisi dengan santunan anak yatim, doa lintas agama yang melibatkan tokoh berbagai agama dan kepercayaan, serta pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur atas perjalanan 25 tahun Kota Batu.
Melalui momentum ini, Pekot Batu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap daerah sebagai modal utama menuju masa depan Kota Batu yang lebih baik.



















